Tubuh Mudah Kram? Ini 5 Tanda Kekurangan Kalsium yang Perlu Diwaspadai

Tubuh Mudah Kram? Ini 5 Tanda Kekurangan Kalsium yang Perlu Diwaspadai

Kalsium sering dikaitkan dengan tulang dan gigi yang kuat. Padahal, mineral ini juga berperan penting dalam fungsi otot, saraf, pembekuan darah, hingga kerja hormon. Karena itu, tanda kekurangan kalsium sebaiknya tidak diabaikan, terutama jika keluhan muncul berulang dan mulai mengganggu aktivitas harian. 

Dalam dunia medis, kadar kalsium darah yang rendah disebut hipokalsemia. Menurut NIH Office of Dietary Supplements, hipokalsemia bisa berkaitan dengan kekurangan vitamin D atau magnesium, gangguan hormon paratiroid, kondisi kritis, hingga penggunaan obat tertentu. Gejala yang umum muncul dapat berupa kesemutan, kebas, dan spasme otot. 

Jurnal dengan judul Diagnosis and Management of Hypocalcaemia juga menjelaskan bahwa kalsium berperan penting dalam fungsi otot dan saraf. Saat kadar kalsium rendah, gejala klasik yang dapat muncul adalah otot berkedut, spasme, kesemutan, mati rasa, hingga gangguan yang lebih serius pada kasus berat.

Meski begitu, keluhan seperti kram atau kesemutan tidak selalu berarti tubuh pasti kekurangan kalsium. Kondisi tersebut tetap perlu diperiksa jika sering terjadi. Berikut 5 tanda kekurangan kalsium yang perlu diwaspadai.

1. Otot Lebih Sering Kram atau Kejang 

Kram otot menjadi salah satu tanda kekurangan kalsium yang cukup sering diperhatikan. Keluhan ini bisa terasa di betis, paha, tangan, atau lengan. Dikutip dari CNN Indonesia, otot sering kram atau kejang sebagai salah satu tanda tubuh kekurangan kalsium. 

Kalsium membantu proses kontraksi dan relaksasi otot. Ketika kadar kalsium terganggu, otot dapat terasa lebih mudah tegang, nyeri, atau mengalami kejang ringan. Jika kram sering muncul tanpa penyebab yang jelas, kondisi tersebut sebaiknya tidak dibiarkan terlalu lama.

2. Kesemutan dan Mati Rasa Mulai Sering Muncul 

Kesemutan dan Mati Rasa Mulai Sering Muncul 

Kesemutan dan mati rasa juga dapat menjadi sinyal yang perlu diperhatikan. Hipokalsemia dapat menimbulkan gejala seperti kebas di sekitar mulut, kesemutan di tangan dan kaki, serta spasme otot. 

Sensasi ini biasanya terasa seperti geli, tertusuk, atau mati rasa ringan. Meski kesemutan bisa disebabkan oleh banyak hal, kemunculan yang berulang bersama kram otot atau tubuh lemah dapat menjadi alasan untuk memeriksakan kondisi kesehatan.

Baca juga: Mengenal Hidroterapi, Terapi Air yang Punya Beragam Manfaat untuk Tubuh

3. Tubuh Mudah Lelah dan Sulit Fokus 

Kekurangan kalsium juga dapat berkaitan dengan fungsi saraf dan otak. Mudah lupa atau sulit berkonsentrasi termasuk salah satu tanda tubuh kekurangan kalsium yang perlu diperhatikan. 

Penelitian ilmiah di Food Science & Nutrition menjelaskan bahwa kekurangan kalsium disebut dapat berkaitan dengan perubahan fungsi otak, gangguan pada gigi, hingga osteoporosis. Penelitian tersebut juga menekankan bahwa vitamin D berperan penting dalam metabolisme dan penyerapan kalsium. 

4. Tulang dan Gigi Terasa Lebih Rentan Bermasalah 

Tulang dan Gigi

Kalsium memiliki peran besar dalam menjaga kepadatan tulang dan kekuatan gigi. Jika kebutuhan kalsium tidak terpenuhi dalam jangka panjang, tubuh dapat mengambil cadangan mineral dari tulang untuk membantu menjaga kadar kalsium tetap stabil.

Tanda yang dapat diperhatikan antara lain tulang terasa lebih mudah nyeri, gigi lebih rentan bermasalah, atau tubuh terasa tidak sekuat biasanya. Karena kalsium dan vitamin D saling berkaitan, asupan keduanya perlu diperhatikan agar kesehatan tulang tetap terjaga. 

5. Kuku Mudah Rapuh dan Rambut Lebih Rentan Rontok 

Kuku Mudah Rapuh dan Rambut Lebih Rentan Rontok

Kondisi kuku dan rambut juga bisa menjadi salah satu sinyal bahwa tubuh membutuhkan perhatian lebih. Kram, kesemutan, kuku rapuh, hingga perubahan suasana hati dapat berkaitan dengan tanda kurang kalsium yang sering terabaikan. 

Namun, kuku rapuh dan rambut rontok tidak selalu disebabkan oleh kekurangan kalsium. Pola makan, stres, kurang tidur, perawatan rambut, dan kondisi kesehatan lain juga bisa berpengaruh. Karena itu, keluhan yang berlangsung lama sebaiknya tetap dikonsultasikan dengan tenaga medis.

Menjaga Kebutuhan Harian Dimulai dari Kebiasaan Sehat

Mencegah kekurangan kalsium dapat dimulai dari kebiasaan sederhana, seperti mengonsumsi makanan tinggi kalsium, memenuhi kebutuhan vitamin D, bergerak aktif, dan memeriksakan diri jika keluhan terus berulang. Sumber kalsium bisa diperoleh dari susu, yogurt, keju, ikan tertentu, sayuran hijau, serta makanan yang telah difortifikasi.

Selain makanan bernutrisi, kebutuhan dasar seperti air bersih juga penting untuk mendukung rutinitas sehat di rumah. Air digunakan setiap hari untuk minum, memasak, mencuci bahan makanan, mandi, hingga membersihkan perlengkapan rumah. Karena itu, kualitas air yang digunakan sehari-hari perlu ikut diperhatikan.

Di sinilah tangki air MPOIN punya peran penting dalam menjaga kualitas air di rumah. Dengan material food grade, BPA free, perlindungan anti-UV, anti lumut, anti jamur, teknologi antimicrobial, dan dilengkapi garansi 50 tahun, MPOIN membantu menjaga air tetap lebih higienis untuk kebutuhan harian.

Dengan memperhatikan asupan nutrisi dan menjaga kualitas kebutuhan dasar di rumah, tubuh bisa mendapatkan dukungan yang lebih baik untuk menjalani aktivitas setiap hari.

Baca juga: 5 Minuman Sehat untuk Usus yang Bisa Bantu Pencernaan Lebih Nyaman

Previous
Previous

Terlihat Santai dan Dingin, Ini 4 Zodiak yang Dikenal Paling Cuek

Next
Next

Gaji Sering Cepat Habis? Ini 5 Tips Hemat yang Patut Dicoba