Masih Sering Tertukar, Ini Perbedaan Kurang Darah dan Darah Rendah

Masih Sering Tertukar, Ini Perbedaan Kurang Darah dan Darah Rendah

Banyak orang masih menganggap kurang darah dan darah rendah sebagai kondisi yang sama. Padahal, keduanya merupakan gangguan kesehatan yang berbeda, baik dari penyebab, gejala, maupun cara penanganannya. Kesalahpahaman ini sering membuat seseorang terlambat mendapatkan penanganan yang sesuai.

Memahami perbedaan kurang darah dan darah rendah penting agar Anda dapat mengenali kondisi yang sedang dialami. Dengan begitu, langkah penanganan yang dilakukan pun menjadi lebih tepat dan tidak hanya berdasarkan anggapan yang keliru.

Perbedaan Kurang Darah dan Darah Rendah yang Perlu Diketahui

Perbedaan Kurang Darah dan Darah Rendah yang Perlu Diketahui

Kurang darah atau anemia adalah kondisi ketika jumlah sel darah merah atau kadar hemoglobin di dalam tubuh lebih rendah dari normal. Akibatnya, pasokan oksigen ke seluruh tubuh menjadi berkurang sehingga penderita dapat mengalami mudah lelah, tubuh terasa lemas, kulit pucat, hingga sesak napas. Salah satu penyebab anemia yang paling umum adalah kekurangan zat besi.

Sementara itu, darah rendah atau hipotensi adalah kondisi ketika tekanan darah berada di bawah kisaran normal, umumnya di bawah 90/60 mmHg. Hipotensi dapat menyebabkan pusing, pandangan kabur, tubuh terasa lemas, bahkan pingsan pada beberapa kasus. Dikutip dari Mayo Clinic, hipotensi dapat dipicu oleh dehidrasi, efek samping obat, gangguan jantung, hingga kondisi medis lainnya.

Gejala Kurang Darah dan Darah Rendah Memang Mirip

Salah satu alasan mengapa banyak orang sulit membedakan kedua kondisi ini adalah karena beberapa gejalanya hampir sama. Baik anemia maupun hipotensi dapat menyebabkan tubuh terasa lemas, mudah lelah, atau pusing. Namun, penyebab di balik munculnya gejala tersebut sebenarnya berbeda.

Pada anemia, keluhan muncul karena tubuh kekurangan hemoglobin yang bertugas membawa oksigen ke seluruh jaringan tubuh. Sebaliknya, pada hipotensi, gejala terjadi karena tekanan darah terlalu rendah sehingga aliran darah ke organ tubuh, termasuk otak, menjadi berkurang. National Heart, Lung, and Blood Institute (NHLBI) menjelaskan bahwa anemia berkaitan dengan rendahnya jumlah sel darah merah atau hemoglobin, bukan tekanan darah.

Cara Mengatasi Kurang Darah dan Darah Rendah Tidak Sama

Karena penyebabnya berbeda, penanganan kurang darah dan darah rendah juga tidak bisa disamakan. Pada anemia akibat kekurangan zat besi, dokter dapat menyarankan perubahan pola makan, konsumsi makanan kaya zat besi, atau pemberian suplemen apabila diperlukan. Sementara itu, hipotensi ditangani sesuai penyebabnya, misalnya dengan mencukupi kebutuhan cairan, mengatur pola makan, atau menyesuaikan penggunaan obat jika menjadi pemicunya.

Apabila Anda sering mengalami pusing, lemas, atau mudah lelah tanpa penyebab yang jelas, sebaiknya jangan langsung menyimpulkan bahwa itu adalah kurang darah atau darah rendah. Pemeriksaan oleh tenaga medis diperlukan untuk mengetahui penyebabnya sehingga penanganan dapat dilakukan dengan tepat.

Baca juga: Sering Dilakukan, Ini Kesalahan saat Mencuci Kain Microfiber

Air Bersih Mendukung Pola Hidup Sehat

Menjaga kesehatan tubuh tidak hanya dilakukan dengan memenuhi kebutuhan nutrisi, tetapi juga melalui kebiasaan sederhana seperti mencukupi kebutuhan cairan setiap hari. Air yang bersih dan higienis menjadi bagian penting untuk mendukung berbagai fungsi tubuh serta aktivitas sehari-hari.

Di sinilah tangki air MPOIN punya peran penting dalam menjaga kualitas air di rumah. Dengan material food grade, BPA free, perlindungan anti-UV, anti lumut, anti jamur, teknologi antimicrobial, dan dilengkapi garansi 50 tahun, MPOIN membantu menjaga air tetap lebih higienis untuk kebutuhan harian.

Air yang tersimpan lebih higienis dapat digunakan dengan lebih nyaman untuk minum, memasak, mencuci bahan makanan, hingga berbagai kebutuhan keluarga lainnya. Dengan kualitas air yang tetap terjaga, menerapkan pola hidup sehat pun menjadi lebih mudah dilakukan setiap hari.

Baca juga: Bahaya Toxic Productivity yang Bisa Berdampak pada Kesehatan Mental 

Previous
Previous

5 Tanda Tubuh Kekurangan Zat Besi yang Perlu Diwaspadai

Next
Next

Sering Sembelit? 7 Makanan Ini Bisa Melancarkan Pencernaan Loh!