Apa Itu Kimpul? Umbi Lokal Viral yang Jadi Alternatif Nasi
Kimpul belakangan ikut ramai dibicarakan di media sosial. Banyak orang awalnya penasaran karena namanya terdengar seperti bahasa gaul atau candaan baru di TikTok. Padahal, kimpul adalah bahan makanan lokal yang sudah lama dikenal di beberapa daerah, terutama sebagai salah satu jenis umbi-umbian.
Tren ini menarik karena kimpul bukan cuma muncul sebagai makanan rebus biasa. Di media sosial, kimpul justru dikreasikan menjadi berbagai menu kekinian yang biasanya memakai nasi, kentang, atau mie. Dari situ, banyak orang mulai bertanya-tanya, apa itu kimpul dan kenapa bahan makanan ini tiba-tiba viral?
Apa Itu Kimpul?
Foto: Getty Images/Tyas Indayanti
Kimpul dikenal juga sebagai talas belitung atau talas kimpul, yaitu salah satu umbi pangan dari kelompok talas-talasan. Repositori Kementerian Pertanian mencatat talas belitung atau kimpul memiliki nama ilmiah Xanthosoma sagittifolium dan termasuk famili Araceae.
Sementara itu, Kew Science menjelaskan Xanthosoma sagittifolium sebagai tanaman dari famili Araceae yang dimanfaatkan sebagai bahan pangan. Karena termasuk umbi-umbian, bagian yang umum dimanfaatkan adalah umbinya, terutama setelah direbus, dikukus, atau diolah menjadi berbagai makanan.
Sekilas, kimpul memang mirip dengan talas. Namun, keduanya berasal dari spesies yang berbeda. Setelah direbus atau dikukus, kimpul memiliki tekstur lembut dengan rasa gurih dan sedikit manis. Karena rasanya cenderung netral, kimpul cukup fleksibel untuk diolah menjadi hidangan tradisional maupun menu yang lebih modern.
Baca juga: Apa Itu ‘Orang Have’? Bahasa Gaul yang Viral di Media Sosial
Kenapa Kimpul Viral di Media Sosial?
Foto: TikTok/@black.sheep8208
Kimpul viral di media sosial setelah kreator konten dengan akun @black.sheep8208 membagikan berbagai kreasi makanan berbahan kimpul di TikTok. Dalam kontennya, kimpul digunakan sebagai pengganti bahan utama pada beberapa hidangan yang biasanya memakai bahan lain. Tren “Saya ganti kimpul” berasal dari video kreator tersebut dan berkembang menjadi format meme serta parodi di TikTok hingga X.
Kreator tersebut juga membuat berbagai olahan dengan kimpul sebagai pengganti bahan utama. Kimpul pernah dikreasikan menjadi menu seperti arancini, bibim guksu, sampai mashed potato versi kimpul. Setelah konten tersebut ramai, banyak warganet ikut penasaran dan mulai mencoba menggunakan kimpul untuk berbagai kreasi makanan di rumah.
Kimpul Jadi Alternatif Nasi
Kimpul mulai dilirik sebagai alternatif nasi karena termasuk sumber karbohidrat. Dalam menu harian, kimpul bisa menjadi variasi untuk orang yang ingin mencoba bahan pangan lokal selain nasi, kentang, atau mi.
Namun, kimpul tidak perlu langsung dianggap lebih sehat daripada nasi untuk semua orang. Kimpul dan nasi putih sama-sama bisa menjadi sumber energi, tetapi kandungan gizinya berbeda. Pada berat yang sama, karbohidrat kimpul cenderung lebih rendah dibandingkan nasi putih karena kandungan airnya lebih tinggi. Kimpul juga disebut mengandung serat pangan, pati resisten, mineral, vitamin, dan senyawa bioaktif.
Cara Mengolah Kimpul agar Lebih Nyaman Dikonsumsi
Sebelum dimakan, kimpul perlu diolah dengan benar. Seperti talas, kimpul mengandung getah dan kristal kalsium oksalat yang dapat menimbulkan rasa gatal jika pengolahannya kurang tepat. Karena itu, kimpul sebaiknya direbus atau dikukus sampai matang sebelum dikonsumsi.
Setelah matang, kimpul bisa diolah menjadi banyak menu. Kimpul dapat direbus, dikukus, digoreng, atau dijadikan getuk, perkedel, keripik, hingga camilan modern. Dalam lamannya, Dapur Umami juga mencontohkan olahan seperti mashed kimpul, kimpul wedges, cimol kimpul, dan perkedel kimpul.
Air Bersih untuk Mengolah Kimpul di Rumah
Saat ingin mencoba mengolah kimpul di rumah, kualitas air juga penting diperhatikan. Kimpul perlu dicuci bersih, direbus, atau dikukus sebelum diolah menjadi menu harian. Air juga digunakan untuk membersihkan peralatan masak, mencuci bahan makanan lain, sampai memenuhi kebutuhan minum setiap hari.
Di sinilah tangki air MPOIN punya peran penting dalam menjaga kualitas air di rumah. Dengan material food grade, BPA free, perlindungan anti-UV, anti lumut, anti jamur, teknologi antimicrobial, dan dilengkapi garansi 50 tahun, MPOIN membantu menjaga air tetap lebih higienis untuk kebutuhan harian.
Jadi, kalau kimpul sedang viral dan mulai masuk ke dapur rumah, proses mengolahnya juga perlu didukung air yang kualitasnya terjaga. Dari bahan pangan lokal sampai air yang dipakai setiap hari, rutinitas memasak di rumah bisa terasa lebih nyaman saat semuanya disiapkan dengan baik.
Baca juga: Bukan Sekadar Camilan, Ini 5 Manfaat Ubi Ungu bagi Kesehatan Tubuh