Kenali Stres pada Kucing dan Cara Tepat Mengatasinya
Jika harus menyebutkan hewan lucu, mungkin banyak dari kita yang akan menjawab kucing. Sering dicap sebagai hewan yang lucu dan manja, kucing juga termasuk hewan yang sangat sensitif terhadap perubahan lingkungan. Hal kecil seperti suara bising, rumah yang terlalu ramai, atau perubahan posisi tempat makan bisa membuat kucing merasa tidak nyaman.
Sisi sensitif pada kucing sering kali menyebabkan stres pada kucing dan itu bukan hal yang sepele. Karena jika dibiarkan terlalu lama, stres dapat memicu gangguan kesehatan seperti penurunan nafsu makan, diare, hingga masalah saluran kemih. Maka dari itu, penting bagi pemilik untuk memahami tanda kucing stres sejak awal agar bisa ditangani dengan tepat.
Apa Itu Stres Pada Kucing?
Stres pada kucing adalah kondisi saat tubuh dan mental kucing merespons situasi yang dianggap mengancam atau mengganggu kenyamanan. Stres ringan bisa terjadi sementara, misalnya saat kucing pindah rumah. Namun, jika stres berlangsung lama, kucing dapat mengalami perubahan perilaku dan penurunan kesehatan.
Baca Juga: 7 Flora Unik Yang Hanya Bisa Kamu Temui Di Indonesia
Tanda-Tanda Kucing Stres yang Paling Umum
Berikut beberapa tanda kucing stres yang paling sering terlihat:
Kucing Sering Bersembunyi
Jika kucing mendadak lebih sering bersembunyi di bawah sofa atau lemari, itu bisa menandakan ia sedang merasa terancam.
Nafsu Makan Berubah
Kucing stres biasanya mengalami perubahan pola makan. Bisa jadi tidak mau makan sama sekali atau justru makan berlebihan.
Mengeong Berlebihan
Kucing yang mengeong terus-menerus, terutama pada malam hari, bisa sedang menunjukkan rasa cemas atau stres.
Lebih Agresif atau Mudah Kaget
Kucing stres bisa lebih sensitif. Ia menjadi mudah marah, mencakar, atau takut saat didekati.
Buang Air Sembarangan
Salah satu ciri kucing stres yang sering membuat pemilik panik adalah pipis atau pup di luar litter box. Ini bisa terjadi karena kucing merasa tidak nyaman atau terganggu.
Grooming Berlebihan
Kucing yang menjilat tubuhnya terlalu sering hingga bulunya rontok atau botak juga bisa mengalami stres kronis.
Gangguan Pencernaan
Diare, muntah, atau tubuh terlihat lemas tanpa sebab jelas juga bisa menjadi efek stres pada kucing.
Penyebab Kucing Stres yang Sering Terjadi di Rumah
Beberapa penyebab stres pada kucing yang paling umum antara lain:
Pindah rumah atau perubahan ruangan
Renovasi rumah yang bising
Kehadiran hewan baru
Banyak tamu atau rumah terlalu ramai
Bau menyengat (asap rokok, cat, parfum)
Litter box kotor atau jarang dibersihkan
Lingkungan rumah lembap dan panas
Air minum yang tidak bersih atau jarang diganti
Banyak pemilik tidak sadar bahwa kualitas air minum juga berpengaruh. Air yang bau, keruh, atau mengandung endapan bisa membuat kucing enggan minum dan akhirnya memicu stres serta gangguan kesehatan.
Baca Juga: Awas Salah Pilih! Ternyata Ini Tips Memilih Apartemen Sehat
Cara Mengatasi Kucing Stres dengan Tepat
Saat mengetahui jika kucing mengalami stress, beberapa hal yang bisa kamu lakukan antara lain:
Berikan Ruang Aman
Sediakan area tenang agar kucing bisa menenangkan diri. Jangan paksa kucing keluar dari tempat persembunyian.
Jaga Rutinitas Harian
Kucing menyukai pola hidup stabil. Pastikan jam makan dan jam bermain konsisten.
Berikan Mainan dan Aktivitas
Mainan berburu, scratching post, atau tempat memanjat dapat membantu mengurangi stres karena kucing bisa menyalurkan insting alaminya.
Jaga Kebersihan Litter Box
Bersihkan kotak pasir secara rutin karena litter box yang kotor bisa membuat kucing semakin gelisah.
Pastikan Air Minum Selalu Bersih
Ganti air minum setiap hari dan gunakan wadah yang bersih. Air yang segar membuat kucing lebih nyaman dan membantu menjaga kesehatannya.
Kapan Harus ke Dokter Hewan?
Jika stres berlangsung lebih dari seminggu, kucing tidak mau makan, muntah terus-menerus, atau terlihat kesakitan saat buang air, segera konsultasikan ke dokter hewan. Stres yang dibiarkan terlalu lama bisa memicu penyakit serius, terutama pada saluran kemih.
Lingkungan Bersih Membuat Kucing Lebih Tenang
Kucing yang sehat tidak hanya ditentukan oleh makanan, tetapi juga oleh kenyamanan lingkungan rumah. Rumah yang bersih, tidak lembap, serta kualitas air yang terjaga dapat membantu kucing merasa aman dan lebih stabil emosinya.
Karena itu, menjaga sanitasi rumah, termasuk kualitas air, menjadi hal penting. Jika air rumah mengandung endapan atau berbau, bukan hanya manusia yang terganggu, tetapi hewan peliharaan juga bisa terkena dampaknya.
Sebagai solusi, penggunaan tangki air berkualitas seperti MPOIN dapat membantu menjaga pasokan air rumah agar lebih bersih dan stabil, sehingga kebutuhan keluarga, termasuk air minum hewan peliharaan, lebih terjamin higienis dan nyaman digunakan setiap hari.
Baca Juga: Hunian yang Aman dan Nyaman untuk Anak: Tips Membuat Rumah Ramah Anak