Tangki Air Bawah Tanah Mulai Populer, Apakah Lebih Baik dari Tangki Air Atap?
Dalam sistem penyimpanan air rumah tangga, tangki air memiliki peran penting sebagai cadangan air untuk berbagai kebutuhan sehari-hari seperti mandi, mencuci, memasak, hingga membersihkan rumah. Tanpa adanya tangki air, pasokan air di rumah akan sangat bergantung pada sumber air utama seperti sumur atau jaringan PDAM.
Di Indonesia sendiri, ada dua sistem penyimpanan air yang paling umum digunakan, yaitu tangki air yang ditempatkan di atas atap rumah dan tangki air pendam atau tangki bawah tanah (underground tank). Kedua sistem ini memiliki fungsi yang sama, yaitu menyimpan air agar selalu tersedia saat dibutuhkan.
Seiring perkembangan desain rumah modern, penggunaan tangki air bawah tanah mulai semakin populer. Banyak rumah baru mulai menggunakan sistem ini untuk menjaga tampilan bangunan tetap rapi sekaligus menyediakan cadangan air yang lebih besar. Lalu sebenarnya bagaimana keunggulan dari kedua sistem tangki air ini?
Tangki Air Atap dan Sistem Distribusi Air Rumah
Tangki air yang ditempatkan di atas atap rumah bekerja dengan memanfaatkan sistem distribusi gravitasi. Air dari sumber seperti sumur atau PDAM dipompa terlebih dahulu ke tangki yang berada di posisi lebih tinggi. Setelah tangki terisi, air kemudian dapat mengalir ke berbagai titik penggunaan di rumah seperti kamar mandi, dapur, atau area mencuci dengan mengikuti gaya gravitasi.
Sistem ini telah digunakan selama bertahun-tahun dan masih menjadi salah satu metode distribusi air yang paling banyak digunakan pada rumah tangga di Indonesia.
Beberapa keunggulan dari sistem tangki air di atap antara lain:
Distribusi air yang stabil melalui gravitasi
Dengan posisi tangki yang lebih tinggi dari titik penggunaan air, air dapat mengalir secara alami tanpa membutuhkan sistem tekanan tambahan yang kompleks.
Cadangan air selalu tersedia di rumah
Tangki di atap berfungsi sebagai tempat penyimpanan air sehingga rumah tetap memiliki persediaan air untuk berbagai aktivitas sehari-hari seperti mandi, mencuci, dan memasak.
Sistem instalasi yang praktis dan efisien
Karena konsep distribusinya sederhana, sistem tangki air di atap menjadi solusi yang banyak digunakan pada berbagai jenis rumah tinggal. Dengan sistem yang praktis dan efisien tersebut, tangki air di atap masih menjadi pilihan yang sangat umum digunakan pada sistem penyimpanan air rumah tangga.
Baca Juga: Takut Ketinggalan Tren? Ini Cara Mengatasi FOMO
Tangki Air Bawah Tanah untuk Penyimpanan Air Lebih Besar
Selain tangki air di atap, sistem penyimpanan air juga dapat menggunakan tangki air bawah tanah atau yang dikenal sebagai underground tank. Tangki jenis ini ditempatkan di dalam tanah dan biasanya berfungsi sebagai reservoir atau wadah utama untuk menampung air dalam jumlah yang lebih besar sebelum didistribusikan ke seluruh bagian rumah.
Air dari tangki ini kemudian dipompa menuju sistem distribusi air sesuai kebutuhan penggunaan di dalam rumah. Penggunaan tangki air bawah tanah mulai semakin banyak ditemui, terutama pada rumah modern yang mengutamakan desain bangunan yang lebih rapi dan minimalis.
Beberapa keunggulan dari tangki air bawah tanah antara lain:
Kapasitas penyimpanan air yang lebih besar
Tangki bawah tanah memungkinkan penyimpanan air dalam volume yang lebih besar sehingga cocok untuk rumah dengan kebutuhan air tinggi atau bangunan dengan konsumsi air yang lebih besar.
Tampilan rumah tetap rapi dan minimalis
Karena tangki berada di dalam tanah, keberadaannya tidak terlihat dari luar sehingga tidak memengaruhi tampilan arsitektur bangunan.
Air lebih terlindung dari paparan sinar matahari
Posisi tangki yang berada di bawah tanah membantu menjaga air tetap terlindung dari sinar matahari langsung sehingga suhu air cenderung lebih stabil.
Dengan berbagai keunggulan tersebut, tidak heran jika tangki air bawah tanah kini semakin banyak dipilih sebagai solusi penyimpanan air pada berbagai jenis bangunan modern.
Baca Juga: Toren Air Meluap? Ini Penyebab dan Cara Mengatasi Tangki Air Luber di Rumah
Tangki Air Bawah Tanah atau Tangki Air Atap, Mana yang Lebih Baik?
Jika melihat dari fungsinya, baik tangki air di atap maupun tangki air bawah tanah sebenarnya memiliki tujuan yang sama, yaitu menyediakan cadangan air yang stabil bagi kebutuhan rumah tangga. Tangki air di atap dikenal dengan sistem distribusi gravitasi yang praktis dan efisien, sementara tangki air bawah tanah menawarkan kapasitas penyimpanan yang lebih besar serta tampilan bangunan yang lebih rapi.
Karena itu, pertanyaan apakah tangki air bawah tanah lebih baik daripada tangki air di atap sebenarnya tidak memiliki satu jawaban mutlak. Karena kedua sistem tersebut dapat menjadi solusi yang sama baiknya, tergantung pada desain rumah, kebutuhan kapasitas air, serta perencanaan instalasi air di bangunan.
Yang tidak kalah penting adalah memilih tangki air dengan kualitas material yang baik agar air yang disimpan tetap bersih dan aman digunakan dalam jangka panjang. Seperti tangki air MPOIN yang seluruh produk tangkinya dilengkapi dengan lapisan antimicrobial, anti lumut, dan anti-UV sehingga mampu membantu menjaga kualitas air tetap higienis. Struktur tangkinya juga dirancang hingga 10 kali lebih kuat sehingga lebih tahan terhadap tekanan dan penggunaan dalam jangka panjang.
Untuk kebutuhan tangki air bawah tanah (U-Ground), MPOIN menghadirkan desain struktur yang dirancang untuk menghadapi tekanan tanah dari berbagai arah. Tangki air MPOIN U-Ground ini dilengkapi dengan 8 kaki penopang yang membantu memberikan proteksi lebih terhadap tekanan tanah sekaligus menjaga kestabilan tangki saat ditanam. Selain itu, tangki tanam MPOIN menggunakan 4 lapisan material khusus yang membantu memberikan perlindungan maksimal terhadap tekanan bawah tanah serta menjaga kekuatan struktur tangki dalam jangka panjang.
Sebagai bentuk komitmen terhadap kualitas produknya, tangki air MPOIN juga dilengkapi dengan garansi hingga 50 tahun, sehingga memberikan rasa aman bagi penggunaan jangka panjang di rumah. Dengan memilih sistem instalasi yang tepat serta tangki air berkualitas, kini cadangan air di rumah dapat terjaga lebih aman, bersih, dan selalu siap digunakan untuk berbagai kebutuhan sehari-hari.
Baca Juga: Berapa Liter Air yang Harus Diminum Per Hari? Ini Rumusnya