Rumah Ditinggal Mudik, Apakah Air Toren Masih Aman Digunakan?
Mudik adalah salah satu tradisi tahunan yang sangat dinantikan banyak keluarga di Indonesia. Saat mudik, rumah sering kali ditinggalkan selama beberapa hari, bahkan lebih dari seminggu. Momen ini sering membuat rumah akhirnya tidak memiliki aktivitas yang signifikan, termasuk sirkulasi air.
Karena tidak ada sirkulasi, air yang tersimpan di dalam toren atau tangki air biasanya berpotensi menjadi stagnant water atau air yang diam terlalu lama. Dan hal ini sering kali luput dari perhatian saat hendak melaksanakan mudik.
Yang menjadi pertanyaan selanjutnya adalah apakah air tersebut masih aman digunakan ketika pemilik rumah kembali dari mudik? Untuk menjawabnya, kita perlu memahami apa saja yang bisa terjadi pada air yang tersimpan terlalu lama di dalam sistem penyimpanan rumah.
Baca Juga: Sayur Cepat Busuk di Kulkas? Ini Penyebabnya
Perubahan Yang Bisa Terjadi pada Air
Air yang disimpan di dalam tangki biasanya berasal dari sumber yang variatif. Mulai dari air sumur bor atau air PDAM. Saat air tersebut diam tanpa adanya sirkulasi atau aktivitas, terdapat perubahan yang bisa saja terjadi.
1. Endapan di dasar tangki
Air yang dialirkan ke tangki sering kali membawa partikel kecil seperti mineral, pasir halus, atau kotoran mikro dari sumber air. Jika air dibiarkan diam dalam waktu lama, partikel tersebut dapat perlahan mengendap di bagian bawah tangki. Sehingga dapat memengaruhi kejernihan air jika jumlahnya semakin banyak.
2. Terbentuknya lapisan biofilm
Saat air di dalam tangki tidak bergerak dalam waktu lama, mikroorganisme yang menempel pada permukaan pipa atau tangki biasanya mulai membentuk lapisan tipis yang disebut biofilm. Lapisan ini dapat memengaruhi bau atau rasa air ketika pertama kali digunakan.
3. Penurunan sisa disinfektan
Pada air yang berasal dari jaringan PDAM atau sistem pengolahan tertentu, air biasanya memiliki sisa disinfektan seperti klorin yang membantu menekan pertumbuhan mikroorganisme. Ketika air terlalu lama diam, kadar disinfektan ini bisa berkurang secara alami sehingga perlindungannya pun ikut menurun.
Perubahan-perubahan di atas memang tidak selalu langsung membuat air berbahaya, tetapi dapat memengaruhi bau, rasa, atau kejernihan air, terutama saat pertama kali digunakan setelah rumah lama tidak dihuni.
Mengapa Air Keran Terasa Berbeda?
Banyak orang menyadari bahwa setelah rumah kosong beberapa hari, air pertama yang keluar dari keran kadang terasa berbeda. Di beberapa kasus, air yang keluar bahkan sedikit keruh atau memiliki bau yang tidak biasa.
Hal ini umumnya bukan hanya berasal dari air di dalam tangki, tetapi juga dari air yang diam di dalam pipa rumah. Selama tidak digunakan, air di pipa tidak bergerak sehingga kualitasnya bisa sedikit berubah. Karena itu, air pertama yang keluar sering kali merupakan air yang sudah lama berada di dalam pipa.
Tips Setelah Pulang Mudik
Agar penggunaan air kembali normal, ada beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan setelah kembali ke rumah.
Pertama, biarkan air mengalir selama beberapa menit dari beberapa keran di rumah. Hal ini membantu membuang air yang lama tertahan di dalam pipa.
Kedua, perhatikan warna dan bau air. Jika air kembali jernih dan tidak berbau setelah mengalir beberapa saat, biasanya air sudah aman digunakan untuk aktivitas sehari-hari.
Ketiga, lakukan pengurasan tangki secara berkala. Pengurasan membantu mencegah penumpukan endapan yang dapat memengaruhi kualitas air dalam jangka panjang.
Baca Juga: Kenapa Ide Brilian Muncul Saat di Kamar Mandi? Ini Alasannya
Pentingnya Desain Tangki Air
Selain perawatan rutin, desain tangki air juga memengaruhi kemudahan dalam menjaga kualitas air. Tangki dengan sistem pengurasan yang baik akan memudahkan pemilik rumah membersihkan endapan di dasar tangki.
Salah satu contohnya adalah MPOIN Drain. Tangki air yang dirancang memiliki elevasi yang signifikan dengan titik kumpul kotoran yang berbentuk oktagonal sehingga endapan lebih mudah terkumpul di bagian bawah tangki dan dikeluarkan secara optimal. Selain itu, MPOIN Drain juga memiliki pipa transparan (see-through pipe) yang membantu pengguna memantau kondisi air sebelum dan sesaat proses pembuangan berlangsung, tanpa harus naik ke atas rumah.
Material tangki MPOIN Drain juga dirancang dengan beberapa lapisan yang membantu melindungi air seperti lapisan anti-UV, anti lumut dan antimicrobial. Struktur tangkinya pun dibuat hingga 10 x lebih kuat, sehingga lebih tahan terhadap perubahan cuaca dan penggunaan jangka panjang. Sebagai bentuk komitmen terhadap kualitas produk, tangki air MPOIN juga dilengkapi dengan garansi hingga 50 tahun, sehingga pengguna dapat lebih tenang dalam penggunaan jangka panjang.
Dengan tangki air yang mudah dikuras dan dipantau seperti MPOIN Drain, perawatan tangki menjadi lebih praktis dan kualitas air rumah tangga dapat lebih terjaga. Hal ini tentu menjadi nilai tambah, terutama bagi rumah yang sesekali ditinggalkan dalam waktu lama, seperti saat mudik.
Baca Juga: Tangki Air Kotor: Risiko Lumut hingga Bangkai Hewan