Hidung Sering Berminyak? Coba 5 Cara Ini untuk Mengatasinya
Baru beberapa jam setelah mencuci wajah, area hidung sudah terlihat mengkilap lagi? Kondisi ini sebenarnya cukup umum karena hidung termasuk bagian dari zona-T yang memiliki banyak kelenjar sebasea atau kelenjar minyak.
Sebum sendiri bukan sesuatu yang buruk. Minyak alami kulit tersebut berfungsi menjaga kelembapan dan membantu melindungi permukaan kulit. Namun, ketika produksinya berlebihan, hidung dapat terlihat lebih mengkilap sekaligus lebih mudah mengalami pori-pori tersumbat, komedo, atau jerawat.
Halodoc menjelaskan bahwa faktor genetik, hormonal, cuaca lembap, hingga penggunaan skincare yang kurang sesuai dapat berpengaruh terhadap kondisi tersebut.
Lalu, bagaimana cara mengatasi hidung berminyak tanpa membuat kulit justru terasa semakin kering?
1. Bersihkan Wajah Secukupnya
Saat hidung terasa berminyak, mungkin muncul keinginan untuk mencuci wajah berkali-kali. Namun, terlalu sering membersihkan wajah bukan solusi terbaik.
American Academy of Dermatology Association (AAD) menyarankan menggunakan pembersih wajah yang lembut. Pembersih yang terlalu keras dapat mengiritasi kulit dan justru berkaitan dengan peningkatan produksi minyak.
Cukup bersihkan wajah secara rutin, terutama pagi dan malam hari serta setelah banyak berkeringat. Hindari pula menggosok area hidung terlalu keras.
2. Pilih Skincare yang Ringan
Pemilik hidung berminyak tetap perlu memperhatikan jenis skincare yang digunakan. Produk dengan tekstur terlalu berat atau berbahan dasar minyak bisa membuat area hidung terasa semakin licin.
AAD menyarankan memilih produk dengan label oil-free dan non-comedogenic agar tidak mudah menyumbat pori-pori. Produk dengan kandungan seperti salicylic acid juga dapat membantu mengurangi minyak, tetapi penggunaannya perlu disesuaikan jika kulit terasa kering atau iritasi.
Karena kondisi kulit setiap orang berbeda, jangan memaksakan penggunaan bahan aktif jika kulit mulai terasa tidak nyaman.
Baca juga: Jangan Dianggap Sepele, 5 Kebiasaan Ini Bisa Bikin Wajah Makin Berminyak
3. Tetap Gunakan Pelembap
Kulit berminyak bukan berarti tidak membutuhkan pelembap. Justru melewatkan pelembap dapat membuat kulit terasa kering dan tidak nyaman.
Pelembap tetap penting untuk menjaga hidrasi kulit. Untuk kulit berminyak, pilih pelembap bertekstur ringan, bebas minyak, dan tidak mudah menyumbat pori-pori.
Dengan kondisi kulit yang tetap terhidrasi, rutinitas perawatan juga terasa lebih seimbang.
4. Eksfoliasi dengan Bijak
Penumpukan sel kulit mati dan minyak di area hidung dapat membuat pori-pori terlihat lebih jelas sekaligus memicu komedo.
Eksfoliasi menggunakan bahan seperti asam salisilat atau asam glikolat dapat menjadi salah satu langkah untuk membantu membersihkan area berminyak. Namun, eksfoliasi tidak perlu dilakukan setiap hari karena penggunaan berlebihan berisiko menyebabkan iritasi.
Mulailah secara perlahan dan hentikan penggunaan jika kulit terasa perih, kemerahan, atau sangat kering.
5. Gunakan Kertas Minyak
Untuk mengatasi kilap saat sedang beraktivitas, kertas minyak atau blotting paper dapat menjadi solusi praktis. Cara ini membantu menyerap minyak di permukaan tanpa harus mencuci wajah berulang kali.
Disarankan penggunaan kertas minyak saat diperlukan, tetapi jangan menggosok atau menekan kulit terlalu keras.
Perlu diingat, kertas minyak hanya membantu mengurangi tampilan minyak sementara dan tidak menghentikan produksi sebum.
Kenali Kondisi Kulitmu
Cara mengatasi hidung berminyak sebaiknya dilakukan secara konsisten, bukan dengan membuat kulit sekering mungkin.
Jika area hidung tetap sangat berminyak, disertai jerawat berat, iritasi, atau masalah kulit yang terus muncul, konsultasi dengan dokter kulit dapat membantu menentukan perawatan yang lebih sesuai.
Lengkapi Perawatan dengan Air yang Higienis
Rutinitas merawat wajah juga tidak lepas dari penggunaan air, terutama saat membersihkan wajah pagi dan malam hari. Karena air bersentuhan langsung dengan kulit, kualitas air yang tersedia dan tersimpan di rumah juga perlu diperhatikan.
Di sinilah tangki air MPOIN punya peran penting dalam menjaga kualitas air di rumah. Dengan material food grade, BPA-free, perlindungan anti-UV, anti lumut, anti jamur, teknologi antimicrobial, dan dilengkapi garansi 50 tahun, MPOIN membantu menjaga air tetap lebih higienis untuk kebutuhan harian.
Dengan air yang lebih terjaga kualitasnya, rutinitas membersihkan wajah, mandi, dan berbagai kebutuhan kebersihan sehari-hari di rumah dapat dilakukan dengan lebih nyaman.
Baca juga: 5 Makanan Kaya Vitamin K yang Baik untuk Kesehatan Tubuh