Ini Perbedaan Negara Maju dan Negara Berkembang

Dewasa ini, kita sering kali mendengar istilah negara berkembang dan negara maju di sela pembicaraan politik sehari-hari. Sebenarnya, apa yang dimaksud dengan negara maju dan negara berkembang?

Masih banyak yang menganggap bahwa negara maju dan negara berkembang hanya soal kekuatan ekonomi. Padahal, ekonomi bukanlah satu-satunya indikator sebuah negara maju atau berkembang.

Dalam praktiknya, ada banyak indikator untuk menyatakan bahwa sebuah negara adalah negara maju, selain faktor ekonomi. Faktor pendidikan, kesehatan, layanan publik, hingga kebutuhan dasar seperti air juga bisa menjadi indikator sebuah negara maju atau berkembang.

Karena itu, indikator negara maju dan negara berkembang biasanya diukur menggunakan berbagai parameter, seperti PDB per kapita, Human Development Index (HDI), tingkat pendidikan, kesehatan, serta kualitas infrastruktur.

Baca Juga: 5 Bandara Ternyaman dengan Fasilitas Paling Lengkap

Ekonomi dan Struktur Industri

Negara maju umumnya memiliki struktur ekonomi yang kuat karena bergantung pada sektor industri modern dan jasa bernilai tinggi, seperti teknologi, manufaktur canggih, riset, keuangan, dan layanan kesehatan.

Sebaliknya, negara berkembang masih banyak bergantung pada sektor primer atau bahan mentah seperti pertanian, perkebunan, dan tambang. Sektor ini sayangnya lebih rentan terhadap perubahan cuaca, fluktuasi harga pasar global, dan produktivitas yang terbatas.

World Bank menunjukkan bahwa negara berkembang masih menghadapi tantangan dalam meningkatkan nilai tambah industri. Artinya, meskipun kaya sumber daya alam, hasilnya tidak selalu berbanding lurus dengan kesejahteraan masyarakat.

Pendidikan dan SDM

Selain ekonomi, negara maju biasanya memiliki kualitas sumber daya manusia yang baik. Ini karena negara maju biasanya memiliki sistem pendidikan yang lebih merata dan terstruktur. Menjadikan pendidikan berkualitas tidak hanya dinikmati oleh kota, tetapi juga oleh wilayah pinggiran.

Dalam indikator pembangunan manusia (Human Development Index/HDI). HDI menyatakan ada tiga aspek besar yang bisa digunakan untuk melihat pertumbuhan sebuah negara, yaitu pendidikan, kesehatan, dan standar hidup.

Di negara berkembang, pendidikan sering kali mengalami kesenjangan. Mulai dari  fasilitas sekolah yang tidak merata, kualitas pengajar yang berbeda-beda, hingga akses teknologi yang masih timpang.

Kesehatan dan Harapan Hidup

Indikator selanjutnya adalah kesehatan. Negara maju biasanya memiliki layanan kesehatan yang lebih siap dan lebih merata. Rumah sakit, sistem jaminan kesehatan, tenaga medis, hingga edukasi masyarakat berjalan dalam sistem yang lebih terorganisir.

Hal ini berpengaruh langsung terhadap angka harapan hidup. Secara umum, negara maju memiliki angka harapan hidup lebih tinggi karena penyakit lebih cepat terdeteksi, layanan kesehatan lebih mudah dijangkau, dan standar kebersihan lingkungan lebih baik.

Di negara berkembang, masalah kesehatan sering muncul bukan hanya karena keterbatasan fasilitas medis, tetapi juga karena faktor lingkungan seperti sanitasi buruk, air tidak bersih, dan kepadatan penduduk di beberapa wilayah.

Baca Juga: 5 Rekomendasi Tumbler untuk Temani Aktivitas Kamu

Infrastruktur dan Layanan Publik

Indikator paling mencolok antara negara maju dan berkembang biasanya ada pada masalah infrastruktur. Negara maju biasanya memiliki sistem jalan, transportasi, listrik, serta pengelolaan air yang lebih konsisten.

Sementara itu, negara berkembang masih sering menghadapi masalah klasik seperti banjir, kemacetan, pemadaman listrik, serta sistem pengelolaan limbah yang belum optimal. Bahkan WHO dan UNICEF menyebutkan bahwa akses air untuk minum dan sanitasi juga termasuk dalam indikator sebuah negara maju atau tidak. 

Ini artinya air bersih bukan sekadar kebutuhan rumah tangga, tetapi simbol pembangunan negara.

Air Bersih dan Rumah yang Sehat

Pada akhirnya, kemajuan sebuah negara tidak hanya diukur dari ekonomi, tetapi juga dari hal-hal mendasar yang terasa langsung oleh masyarakat, seperti akses air bersih dan sanitasi yang layak. Hal yang sama juga berlaku di tingkat rumah tangga. Ketika air bisa disimpan dengan aman, bersih, dan stabil, kualitas hidup ikut meningkat secara perlahan.

Karena itu, penggunaan toren atau tangki air yang tepat menjadi langkah sederhana namun penting. Seperti toren atau tangki air dari MPOIN yang dilengkapi dengan perlindungan terhadap virus, lumut, dan jamur, yang membantu menjaga kualitas air tetap aman digunakan. Ditambah fitur anti UV yang membuat tangki dari MPOIN lebih tahan terhadap paparan matahari. Dengan kata lain, menjaga kualitas air di rumah bukan sekadar urusan teknis, tetapi bagian kecil dari gaya hidup yang lebih maju dan lebih sehat.

Baca Juga: Dispenser Jarang Dibersihkan? Ini Risiko yang Banyak Orang Nggak Sadar

Next
Next

Anak Rentan Diare & Muntaber: Penyebab, Tanda Bahaya, dan Pencegahannya di Rumah