Jadi Orang Nggak Enakan Bisa Berdampak ke Kesehatan Tubuh?

Jadi Orang Nggak Enakan Bisa Berdampak ke Kesehatan Tubuh?

Jadi orang nggak enakan sering dianggap sebagai sikap baik karena terlihat sabar, tidak mau merepotkan, dan berusaha menjaga perasaan orang lain. Dalam banyak situasi, kebiasaan ini memang bisa membuat suasana lebih aman. Namun, kalau terlalu sering dilakukan, orang nggak enakan bisa terbiasa menahan perasaan sendiri demi membuat orang lain tetap nyaman.

Misalnya, kamu ingin menolak ajakan, tetapi akhirnya bilang iya. Kamu merasa kecewa, tetapi memilih diam. Kamu sebenarnya lelah, tetapi tetap menjawab “nggak apa-apa” karena takut dianggap tidak pengertian. Lama-lama, emosi yang terus ditahan bisa menumpuk dan membuat tubuh ikut merasakan tekanannya.

World Health Organization (WHO) menjelaskan bahwa stres dapat memengaruhi pikiran dan tubuh. Saat stres, seseorang bisa mengalami sulit rileks, cemas, mudah marah, susah fokus, sakit kepala, nyeri tubuh, gangguan pencernaan, atau masalah tidur. Stres kronis juga bisa memperburuk masalah kesehatan yang sudah ada.

Saat Emosi Dipendam, Tubuh Ikut Merespons

Saat Emosi Dipendam, Tubuh Ikut Merespons

Tubuh tidak selalu tahu apakah kamu sedang menahan marah karena ingin menjaga suasana atau menahan kecewa karena takut membuat orang lain tersinggung. Tubuh hanya membaca kondisi tersebut sebagai tekanan. Saat tekanan muncul, sistem stres dalam tubuh ikut aktif.

Mengutip laman Mayo Clinic, ketika tubuh merespons stres, hormon seperti adrenalin dan kortisol dapat meningkat. Adrenalin membuat detak jantung dan tekanan darah naik, sementara kortisol berperan dalam respons tubuh terhadap tekanan. Jika stres berlangsung terus-menerus, paparan hormon stres yang terlalu lama dapat mengganggu banyak proses tubuh dan meningkatkan risiko masalah seperti gangguan tidur, masalah pencernaan, sakit kepala, tekanan darah tinggi, hingga gangguan fokus.

Karena itu, menjadi orang nggak enakan bukan hanya soal perasaan yang tidak tersampaikan. Kebiasaan memendam emosi juga bisa membuat tubuh berada dalam mode waspada terlalu lama. Akibatnya, tubuh lebih sulit benar-benar istirahat, meski dari luar kamu terlihat baik-baik saja.

Orang Nggak Enakan dan Risiko Stres Berkepanjangan

Perlu dipahami bahwa memendam emosi bukan berarti pasti menyebabkan penyakit tertentu. Kesehatan tubuh dipengaruhi oleh banyak hal, mulai dari genetik, pola tidur, pola makan, aktivitas fisik, lingkungan, sampai riwayat kesehatan. Namun, stres emosional yang berlangsung lama tetap tidak bisa dianggap sepele.

Sebuah studi kohort di Swedia yang dipublikasikan di JAMA Network menemukan bahwa gangguan terkait stres memiliki hubungan dengan peningkatan risiko penyakit autoimun di kemudian hari. Temuan ini bukan berarti semua orang yang sering menahan emosi pasti mengalami autoimun, tetapi menunjukkan bahwa stres berat dan berkepanjangan dapat berkaitan dengan kondisi imun tubuh.

Penelitian lain tentang emotion suppression juga menunjukkan bahwa menekan emosi dapat berkaitan dengan respons fisiologis yang berhubungan dengan stres. Artinya, ketika seseorang sering menahan ekspresi emosi, tubuh tetap bisa memberi reaksi, meski emosi tersebut tidak terlihat dari luar.

Batas Sehat Biar Tidak Terus Mengorbankan Diri

Menjadi orang yang peduli dengan perasaan orang lain tentu bukan hal yang salah. Masalahnya muncul ketika kamu selalu mengorbankan kebutuhan sendiri agar orang lain tidak kecewa. Padahal, batas yang sehat bukan berarti egois. Batas sehat justru membantu kamu tetap punya energi untuk menjalani hubungan yang lebih nyaman.

Belajar bilang tidak bisa dimulai dari kalimat sederhana. Kamu tidak harus langsung berubah menjadi orang yang blak-blakan. Kamu bisa mulai dengan jujur pada hal kecil, seperti mengatakan bahwa kamu butuh waktu berpikir, sedang lelah, atau belum bisa membantu saat itu. Dengan begitu, emosi tidak terus-menerus tertahan sampai akhirnya meledak atau berubah menjadi rasa lelah yang sulit dijelaskan.

WHO juga menyarankan beberapa cara mengelola stres, seperti menjaga rutinitas harian, tidur cukup, tetap terhubung dengan orang terpercaya, makan dengan baik, minum cukup cairan, dan berolahraga secara rutin. Kebiasaan sederhana ini dapat membantu tubuh dan pikiran merasa lebih stabil saat menghadapi tekanan harian.

Baca juga: Air Kotor Bisa Ganggu Kesehatan Gigi? Berikut Penjelasannya

Hal Kecil di Rumah yang Bantu Kamu Lebih Tenang

Kalau seharian sudah terlalu banyak menahan perasaan, rumah sebaiknya menjadi tempat yang tidak ikut menambah beban. Setelah menghadapi banyak permintaan, percakapan, dan situasi yang kadang membuat kamu sulit berkata tidak, hal sederhana seperti mandi, minum air, mencuci muka, atau menyiapkan makanan bisa membantu tubuh kembali merasa lebih tenang.

Ketenangan seperti ini sering datang dari hal-hal yang terlihat kecil, termasuk air yang digunakan setiap hari. Air dipakai untuk membersihkan diri, memasak, mencuci, dan menjaga rumah tetap nyaman. Karena itu, cara air disimpan juga perlu diperhatikan agar rutinitas harian tidak menambah rasa lelah setelah hari yang panjang.

Untuk mendukung kenyamanan tersebut, tangki air MPOIN dirancang dengan material food grade, BPA free, perlindungan anti-UV, anti lumut, anti jamur, teknologi antimicrobial, serta dilengkapi garansi 50 tahun. Dengan penyimpanan air yang lebih higienis bersama tangki air MPOIN, aktivitas harian di rumah bisa terasa lebih ringan, sehingga kamu punya ruang yang lebih tenang untuk merawat diri tanpa perlu khawatir dengan kualitas penyimpanan air keluarga.

Baca juga: 5 Tanda Kamu Lagi Burnout yang Sering Tidak Disadari

Previous
Previous

Fenomena Hustle Culture pada Gen Z, Ambisi atau Tekanan?

Next
Next

Apa Itu Quarter-Life Crisis? Kenali Penyebab dan Cara Menghadapinya