Mau Lebih Hemat Tanpa Tersiksa? Terapkan 6 Kebiasaan Frugal Living

Mau Lebih Hemat Tanpa Tersiksa? Terapkan 6 Kebiasaan Frugal Living

Hidup hemat sering kali dibayangkan sebagai berhenti jajan, menolak semua ajakan nongkrong, atau selalu memilih barang paling murah. Padahal, frugal living bukan berarti harus hidup serba terbatas.

Otoritas Jasa Keuangan atau OJK menjelaskan frugal living sebagai pola hidup yang sadar terhadap pengeluaran dan berfokus pada prioritas keuangan. Sederhananya, kamu tetap bisa menikmati hidup, tetapi lebih selektif menentukan ke mana uang akan digunakan. 

Hal serupa dijelaskan dalam situs resmi OCBC, bahwa hidup frugal bukan tentang menjadi pelit, melainkan mengelola pengeluaran dengan lebih bijak.

Lalu, seperti apa kebiasaan frugal living yang bisa diterapkan tanpa membuat hidup terasa menyiksa? Berikut 6 kebiasaan sederhana yang bisa mulai dilakukan.

1. Catat Pengeluaran

Catat Pengeluaran

Pernah merasa gaji baru masuk tetapi beberapa hari kemudian sudah tidak tahu habis untuk apa? Mencatat pengeluaran bisa membantu menemukan jawabannya.

Mulailah dari pengeluaran sederhana seperti makan, ongkos perjalanan, kopi, biaya aplikasi, hingga belanja online. Setelah beberapa minggu, biasanya akan mulai terlihat pengeluaran mana yang memang dibutuhkan dan mana yang sebenarnya bisa dikurangi.

Disarankan juga evaluasi pengeluaran secara berkala untuk mengetahui pos yang membuat uang sering keluar tanpa disadari.

2. Bedakan Kebutuhan dan Keinginan

Melihat barang diskon memang menggoda, tetapi harga murah bukan berarti barang tersebut harus dibeli. Salah satu kebiasaan frugal living yang penting adalah belajar membedakan kebutuhan dengan keinginan.

Sebelum membeli sesuatu, coba tanyakan apakah barang tersebut memang diperlukan sekarang atau hanya menarik karena sedang tren. Kebiasaan memberikan jeda sebelum berbelanja bisa membantu mengurangi keputusan impulsif.

Baca juga: 5 Tanda Kecanduan Olahraga, Kamu Termasuk Salah Satunya?

3. Masak Lebih Sering

Makan di luar sesekali tentu tidak masalah. Namun, jika dilakukan hampir setiap hari, pengeluarannya bisa terasa cukup besar ketika dihitung selama satu bulan.

Memasak di rumah bisa menjadi alternatif yang lebih terencana. Kamu dapat menentukan menu mingguan, menyesuaikan bahan dengan anggaran, sekaligus mengolah makanan sesuai selera. IDN Times juga menyebut memasak sendiri dan merencanakan menu sebagai salah satu cara sederhana menerapkan frugal living

4. Belanja dengan Rencana

Masuk supermarket tanpa daftar belanja bisa berakhir dengan keranjang yang jauh lebih penuh daripada rencana awal. Promo, kemasan menarik, dan diskon sering membuat barang yang tidak dibutuhkan ikut terbeli.

Membuat daftar sebelum berbelanja membantu kamu tetap fokus pada kebutuhan. Kebiasaan ini dapat membantu mengurangi godaan membeli barang hanya karena promosi. 

5. Pilih Barang Berkualitas

Frugal living bukan selalu soal mencari harga paling murah. Dalam beberapa kebutuhan, membeli barang berkualitas yang dapat digunakan dalam jangka panjang justru bisa lebih masuk akal daripada berkali-kali mengganti barang yang cepat rusak.

OCBC memasukkan prinsip memilih kualitas dibanding kuantitas sebagai salah satu kebiasaan frugal living. Artinya, pertimbangkan fungsi, daya tahan, dan seberapa sering barang akan digunakan sebelum melihat harga semata.

6. Prioritaskan Menabung

Setelah pengeluaran mulai lebih terkendali, jangan biarkan uang yang tersisa kembali habis tanpa tujuan. Tentukan target yang jelas, misalnya dana darurat, kebutuhan rumah, pendidikan, liburan, atau tujuan jangka panjang lainnya.

Perencanaan keuangan membantu seseorang mengarahkan keputusan finansial agar sesuai dengan tujuan hidup yang ingin dicapai. Oleh karena itu, menabung akan terasa lebih bermakna ketika kamu tahu untuk apa uang tersebut dikumpulkan.

Terapkan Frugal Living lewat Pilihan untuk Kebutuhan Rumah 

Prinsip frugal living juga bisa diterapkan saat memenuhi kebutuhan rumah. Bukan sekadar mencari harga termurah, tetapi mempertimbangkan kualitas, fungsi, dan penggunaan jangka panjang dari setiap kebutuhan yang dipilih.

Termasuk soal penyimpanan air di rumah. Di sinilah tangki air MPOIN punya peran penting dalam menjaga kualitas air di rumah. Dengan material food grade, BPA free, perlindungan anti-UV, anti lumut, anti jamur, teknologi antimicrobial, dan dilengkapi garansi 50 tahun, MPOIN membantu menjaga air tetap lebih higienis untuk kebutuhan harian.

Pada akhirnya, frugal living mengajarkan kita untuk lebih bijak memilih sesuatu yang benar-benar dibutuhkan dan bisa digunakan dalam jangka panjang. Termasuk untuk kebutuhan rumah, memilih tangki air MPOIN bisa menjadi bagian dari keputusan yang lebih terencana karena kualitas air tetap terjaga untuk mendukung aktivitas keluarga setiap hari. 

Baca juga: Jangan Dianggap Sepele, 5 Kebiasaan Ini Bisa Bikin Wajah Makin Berminyak

Next
Next

MPOIN Dukung Program 3 Juta Rumah Pemerintah Melalui Solusi Penyimpanan Air dan Sanitasi di Danantara Housing Expo 2026