5 Buah yang Perlu Dibatasi Konsumsinya saat Diet
Buah sering dianggap sebagai makanan yang aman untuk diet. Anggapan ini tidak sepenuhnya salah, karena buah mengandung vitamin, mineral, serat, dan air yang penting untuk tubuh. Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO juga menjelaskan bahwa konsumsi buah dan sayur termasuk bagian dari pola makan sehat, dengan anjuran setidaknya 400 gram buah dan sayur per hari untuk orang di atas usia 10 tahun.
Namun, saat sedang diet, konsumsi buah tetap perlu disesuaikan dengan kebutuhan kalori harian. Beberapa buah perlu dibatasi porsinya karena kandungan kalorinya lebih tinggi, rasanya cenderung manis, atau mudah dimakan berlebihan. Total kalori tetap perlu diperhitungkan, termasuk ketika sebagian kalori berasal dari buah dan sayur. Berikut lima daftar buah yang perlu dibatasi konsumsinya saat diet.
1. Durian
Durian punya rasa manis, legit, dan tekstur yang padat. Karena itu, durian sering terasa seperti camilan kecil, padahal kandungan kalorinya cukup tinggi dibanding banyak buah lain. Berdasarkan informasi gizi dari MyFoodData yang merujuk pada USDA FoodData Central, satu porsi durian sekitar 243 gram mengandung 357 kalori, dengan komposisi energi yang cukup besar dari karbohidrat dan lemak.
Kalau sedang diet, durian sebaiknya tidak dimakan dalam porsi besar atau terlalu sering. Satu dua bagian kecil masih bisa masuk ke pola makan seimbang, tetapi menghabiskan banyak durian dalam sekali makan bisa membuat asupan kalori harian cepat bertambah. Apalagi kalau durian dikonsumsi bersama ketan, santan, es krim, atau minuman manis.
2. Mangga
Mangga matang tetap termasuk buah yang bergizi, tetapi rasa manisnya bisa membuat porsi mudah berlebihan. Dalam catatan gizi MyFoodData, 100 gram mangga segar mengandung sekitar 60 kalori dan 15 gram karbohidrat. Jumlah tersebut masih wajar, tetapi bisa bertambah cukup besar kalau satu buah mangga ukuran besar dikonsumsi sekaligus.
Cara konsumsi mangga juga perlu diperhatikan. Mangga utuh lebih baik dikonsumsi dalam potongan secukupnya daripada dibuat menjadi jus dengan tambahan gula, susu kental manis, atau sirup. Studi tentang buah utuh dan jus buah menyebut bahwa jus buah memiliki kadar serat lebih rendah dibanding buah utuh, sementara buah utuh umumnya memberi respons metabolik yang lebih baik daripada jus buah.
3. Anggur
Anggur terlihat ringan karena ukurannya kecil dan mudah dimakan. Namun, justru karena ukurannya kecil, anggur sering membuat orang tidak sadar sudah makan cukup banyak. Centers for Disease Control (CDC) memasukkan satu cangkir anggur sebagai contoh camilan sekitar 100 kalori, sehingga porsinya tetap perlu diperhatikan saat sedang diet.
Menurut informasi gizi dari MyFoodData, satu porsi anggur sekitar 92 gram mengandung 62 kalori, dengan komposisi energi yang dominan dari karbohidrat. Karena itu, anggur sebaiknya disiapkan dalam porsi kecil, bukan dimakan langsung dari wadah besar. Cara sederhana ini bisa membantu asupan kalori dan gula alami tetap lebih terkontrol.
4. Pisang
Pisang sering dipilih saat diet karena praktis, mudah ditemukan, dan cukup mengenyangkan. Pisang juga bisa menjadi sumber energi sebelum aktivitas fisik. Namun, pisang ukuran besar tetap perlu dihitung sebagai bagian dari asupan harian, terutama kalau kamu juga sudah mengonsumsi sumber karbohidrat lain.
CDC mencatat satu pisang ukuran sedang mengandung sekitar 105 kalori. Jadi, pisang tetap boleh dikonsumsi, tetapi porsinya sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan kalori harian.
5. Kelengkeng
Kelengkeng punya rasa manis, segar, dan ukuran yang kecil, sehingga sering terasa seperti camilan ringan. Berdasarkan informasi gizi dari MyFoodData yang merujuk pada USDA, kelengkeng mentah memiliki kandungan karbohidrat sekitar 15,2 persen, dengan komposisi kalori yang mayoritas berasal dari karbohidrat.
Kalau sedang diet, kelengkeng sebaiknya tidak dimakan langsung dari kantong atau wadah besar. Ambil secukupnya dalam porsi kecil agar konsumsi tetap terkontrol. Kelengkeng tetap bisa dinikmati, tetapi lebih baik diposisikan sebagai buah selingan, bukan camilan bebas tanpa batas.
Baca juga: Kenapa Air di Rumah Terasa Lebih Dingin saat Malam?
Air yang Terjaga Bantu Rutinitas Diet Lebih Nyaman
Saat sedang diet, perhatian biasanya tertuju pada makanan, porsi, dan olahraga. Namun, rutinitas harian di rumah juga ikut berpengaruh. Air digunakan untuk minum, memasak, mencuci buah, membersihkan peralatan makan, mandi, dan memenuhi kebutuhan keluarga. Karena itu, kualitas air perlu dijaga sejak penyimpanannya agar aktivitas harian terasa lebih nyaman.
Di sinilah tangki air MPOIN punya peran penting dalam menjaga kualitas air di rumah. Dengan material food grade, BPA free, perlindungan anti-UV, anti lumut, anti jamur, teknologi antimicrobial, dan dilengkapi garansi 50 tahun, MPOIN membantu menjaga air tetap lebih higienis untuk kebutuhan harian.
Diet yang nyaman bukan hanya soal membatasi makanan tertentu, tetapi juga membangun rutinitas yang lebih teratur di rumah. Dengan air yang tersimpan lebih higienis bersama tangki air MPOIN, keluarga bisa lebih tenang menjalani kebutuhan harian, mulai dari menyiapkan makanan sehat sampai menjaga kebersihan rumah setiap hari.
Baca juga: 5 Makanan yang Bisa Bantu Jaga Tubuh dari Risiko Sel Kanker