5 Tips Menjaga Tubuh Tetap Nyaman saat Puasa Menjelang Idul Adha
Puasa sunnah menjelang Idul Adha, seperti puasa Tarwiyah dan Arafah, sering menjadi momen untuk memperbanyak ibadah di 10 hari pertama bulan Zulhijah. Walau durasinya hanya satu hari atau beberapa hari, tubuh tetap perlu disiapkan agar puasa terasa lebih nyaman, terutama bagi yang tetap bekerja, sekolah, mengurus rumah, atau beraktivitas seperti biasa.
Menjaga tubuh saat puasa bukan berarti harus membuat rutinitas menjadi rumit. Kuncinya ada pada kebiasaan sederhana yang dilakukan sejak sahur, waktu berbuka, sampai malam hari. Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO menyarankan saat berpuasa untuk tetap menjaga pola makan seimbang, cukup minum air, menghindari tembakau, dan memperhatikan kondisi diri maupun orang sekitar.
1. Pilih Menu Sahur yang Lebih Mengenyangkan
Sahur sebaiknya tidak dilewatkan karena menjadi bekal energi sebelum berpuasa. Agar tubuh tidak cepat lemas, pilih makanan yang lebih seimbang, seperti sumber karbohidrat, protein, sayur, buah, dan lemak sehat secukupnya. Menu sahur yang terlalu manis atau terlalu banyak gorengan bisa membuat tubuh lebih mudah haus dan terasa berat saat siang hari.
Makanan yang mengandung serat dan protein biasanya membantu rasa kenyang bertahan lebih lama. Pilihan seperti nasi dengan lauk sederhana, telur, tempe, sayur bening, oatmeal, buah, atau sup bisa menjadi menu yang lebih ramah untuk tubuh. Dilansir dari laman Diabetes Victoria, sahur membantu menyediakan cairan dan energi untuk menjalani puasa, sehingga pilihan makanan yang baik dapat membuat tubuh lebih siap sepanjang hari.
2. Cukupi Air Putih di Waktu Berbuka sampai Sahur
Saat puasa, tubuh tidak mendapat asupan air sejak fajar hingga magrib. Karena itu, kebutuhan cairan perlu dicukupi pada waktu berbuka hingga sahur. Mengutip laman Kementerian Kesehatan, pola minum delapan gelas per hari selama puasa, dengan pembagian dua gelas saat berbuka, empat gelas pada malam hari, dan dua gelas saat sahur.
Minum air sebaiknya dilakukan bertahap, bukan langsung dalam jumlah besar sekaligus. Air putih tetap menjadi pilihan utama dibanding minuman yang terlalu manis atau berkafein. Selain dari air minum, cairan juga bisa didapat dari makanan tinggi air seperti buah, sayur, sup, dan yoghurt. Dengan hidrasi yang lebih terjaga, tubuh bisa terasa lebih nyaman saat menjalani puasa sunnah menjelang Idul Adha.
3. Berbuka dengan Porsi yang Tidak Berlebihan
Saat waktu berbuka tiba, rasa lapar sering membuat seseorang ingin langsung makan banyak. Padahal, berbuka terlalu berat dapat membuat perut terasa penuh dan tubuh menjadi tidak nyaman. Lebih baik mulai dengan air putih dan makanan ringan, lalu beri jeda sebelum makan utama.
Makan secara bertahap membantu tubuh menyesuaikan diri setelah seharian berpuasa. Pilih menu yang tetap seimbang, tidak terlalu berminyak, dan tidak terlalu manis. Dengan cara seperti ini, tubuh mendapat energi kembali tanpa terasa terlalu berat. Puasa pun tidak hanya terasa sebagai menahan lapar, tetapi juga latihan menjaga ritme makan agar lebih teratur.
4. Tetap Bergerak, Tapi Jangan Memaksakan Diri
Puasa bukan alasan untuk benar-benar tidak bergerak seharian. Gerak ringan tetap bisa membantu tubuh terasa lebih segar, selama dilakukan sesuai kondisi. Jalan santai, peregangan, merapikan rumah, atau aktivitas ringan menjelang berbuka bisa menjadi pilihan yang aman untuk menjaga tubuh tetap aktif.
UGM melalui artikel tentang menjaga kebugaran saat puasa menyarankan olahraga ringan seperti jalan kaki, sepeda statis, dan aktivitas ringan lain yang bisa dilakukan menjelang waktu berbuka atau setelah berbuka. Dalam artikelnya, UGM juga mengingatkan agar olahraga saat puasa tetap disesuaikan untuk menghindari dehidrasi berlebih.
5. Atur Istirahat agar Ibadah Tetap Nyaman
Selain makan dan minum, istirahat juga perlu diperhatikan. Bangun lebih awal untuk sahur bisa mengubah jam tidur, apalagi jika aktivitas harian tetap berjalan seperti biasa. Karena itu, tidur malam sebaiknya dibuat lebih teratur agar tubuh punya waktu memulihkan energi.
Jika memungkinkan, gunakan waktu istirahat singkat di siang hari untuk memulihkan tubuh. Tidak perlu lama, yang penting tubuh mendapat jeda dari aktivitas padat. Dengan istirahat yang cukup, puasa sunnah menjelang Idul Adha bisa terasa lebih ringan, dan ibadah tetap bisa dijalani dengan pikiran yang lebih tenang.
Baca juga: Kenapa Air di Rumah Terasa Lebih Dingin saat Malam?
Air yang Tersimpan Lebih Higienis untuk Kebutuhan Puasa
Menjelang Idul Adha, aktivitas rumah biasanya ikut meningkat. Ada persiapan sahur, menu berbuka, memasak untuk keluarga, membersihkan rumah, sampai menyiapkan kebutuhan ibadah. Semua rutinitas itu membutuhkan air yang tersimpan dengan baik agar aktivitas harian terasa lebih lancar dan nyaman.
Di sinilah tangki air MPOIN punya peran penting dalam menjaga kualitas air di rumah. Dengan material food grade, BPA free, perlindungan anti-UV, anti lumut, anti jamur, teknologi antimicrobial, dan dilengkapi garansi 50 tahun, MPOIN membantu menjaga air tetap lebih higienis untuk kebutuhan harian.
Menjaga tubuh tetap nyaman saat puasa tidak hanya soal makan dan minum, tetapi juga tentang menata rutinitas di rumah. Dengan tangki air MPOIN, air dapat tersimpan lebih higienis sehingga kebutuhan sahur, berbuka, mandi, memasak, mencuci, dan membersihkan rumah terasa lebih nyaman menjelang Idul Adha.
Baca juga: Kapan Puasa Tarwiyah dan Arafah 2026? Ini Jadwal dan Niatnya