Jangan Asal Campur! Ini 4 Makanan yang Sebaiknya Tidak Dikonsumsi dengan Mie Instan

Jangan Asal Campur! Ini 4 Makanan yang Sebaiknya Tidak Dikonsumsi dengan Mie Instan

Mie instan memang praktis, murah, dan mudah dipadukan dengan berbagai bahan. Tidak heran kalau semangkuk mie sering ditambah nasi, kerupuk, telur, atau makanan lain agar terasa lebih lengkap. Namun, kebiasaan mencampur mie instan dengan makanan tertentu perlu diperhatikan.

Bukan berarti kombinasi tersebut otomatis menimbulkan reaksi berbahaya. Yang lebih penting adalah melihat jumlah kalori, natrium, lemak, serta keamanan bahan makanan yang dikonsumsi dalam satu waktu.

Dilansir dari IDN Times, makanan yang sering dikonsumsi bersama mie instan, yaitu nasi, kerupuk, telur setengah matang, dan cabai rawit. Beberapa di antaranya perlu dibatasi karena kandungan gizinya, sedangkan telur setengah matang memiliki pertimbangan keamanan pangan tersendiri. 

1. Nasi

Nasi

Mie instan dan nasi sama-sama menjadi sumber karbohidrat. Ketika keduanya dimakan dalam satu waktu, jumlah karbohidrat dan kalori dalam satu hidangan dapat meningkat, sementara sayuran dan sumber protein belum tentu ikut bertambah. 

Selain itu, kandungan natrium pada bumbu mie instan perlu diperhatikan. American Heart Association menjelaskan bahwa asupan natrium perlu diperhatikan dengan melihat informasi pada label makanan, termasuk ukuran sajian dan kandungan natriumnya.

2. Kerupuk

Kerupuk

Kerupuk memang cocok menjadi teman mie karena teksturnya renyah. Masalahnya, kerupuk dapat menambah karbohidrat, lemak, dan kalori pada satu kali makan. Konsumsi mie instan dan kerupuk secara berlebihan dapat meningkatkan asupan energi dan berkaitan dengan risiko gangguan metabolisme. 

Daripada menambahkan kerupuk dalam jumlah banyak, sajian mie dapat dilengkapi sayuran dan sumber protein agar komposisinya lebih beragam.

Baca juga: 5 Ide Cemilan Sehat untuk Autoimun yang Lezat dan Kaya Nutrisi 

3. Telur Setengah Matang

Telur Setengah Matang

Telur sebenarnya dapat menjadi tambahan protein untuk mie instan. Hal yang perlu diperhatikan adalah telur yang masih mentah atau setengah matang. Risiko utamanya bukan karena dipadukan dengan mie, melainkan karena telur yang kurang matang dapat membawa bakteri seperti Salmonella. 

Food and Drug Administration (FDA) menyarankan telur dimasak hingga putih dan kuningnya matang untuk membantu mencegah penyakit akibat bakteri. Jadi, jika ingin menambahkan telur ke dalam mie, lebih aman menggunakan telur yang matang sempurna. 

4. Cabai Rawit

Cabai Rawit

Bagi pecinta pedas, mie instan tanpa cabai terasa kurang lengkap. Namun, konsumsi mie bersama cabai rawit dalam jumlah berlebihan dapat memicu keluhan pencernaan pada sebagian orang, seperti mulas atau diare. 

Artinya, masalahnya lebih berkaitan dengan toleransi tubuh dan jumlah cabai yang dikonsumsi, bukan karena cabai dan mie memiliki reaksi khusus. Jika perut sensitif terhadap makanan pedas, penggunaan cabai sebaiknya disesuaikan.

Tetap Perhatikan Cara Menyantap Mie Instan

Mie instan tidak harus dianggap sebagai makanan yang sama sekali tidak boleh dikonsumsi. Terpenting adalah frekuensi, porsi, dan bahan pendampingnya.

American Heart Association menyarankan untuk membatasi makanan tinggi natrium, lemak jenuh, dan makanan ultra-proses, sekaligus memperbanyak sayuran, buah, biji-bijian utuh, serta sumber protein yang lebih sehat. 

Saat membuat mie, menambahkan sawi, bayam, brokoli, telur matang, atau sumber protein lain dapat membuat satu porsi makanan lebih beragam. Mengurangi sebagian bumbu juga dapat membantu mengendalikan asupan natrium.

Jaga Kualitas Air untuk Menyiapkan Makanan

Selain bahan makanan, air yang digunakan untuk memasak dan mencuci bahan juga menjadi bagian dari kebersihan dapur. Air digunakan untuk merebus mie, mencuci sayuran, membersihkan peralatan makan, hingga menyiapkan makanan untuk keluarga.

Di sinilah tangki air MPOIN punya peran penting dalam menjaga kualitas air di rumah. Dengan material food grade, BPA-free, perlindungan anti-UV, anti lumut, anti jamur, teknologi antimicrobial, dan dilengkapi garansi 50 tahun, MPOIN membantu menjaga air tetap lebih higienis untuk kebutuhan harian.

Dengan kualitas air yang lebih terjaga, aktivitas memasak dan menyiapkan makanan sehari-hari dapat dilakukan dengan lebih nyaman.

Baca juga: 5 Rekomendasi Makanan Rebusan Sehat untuk Menu Sarapan 

Previous
Previous

Kenapa 29 September Diperingati sebagai Hari Jantung Sedunia? Ini Sejarahnya

Next
Next

Jangan Berlebihan, Ini 4 Jenis Buah yang Sebaiknya Tidak Dikonsumsi Setiap Hari