Kok di Luar Negeri Air Keran Bisa Diminum? Ini Dia Penjelasannya

Kok di Luar Negeri Air Keran Bisa Diminum? Ini Dia Penjelasannya - MPOIN

Saat pergi ke luar negeri untuk pertama kali, selain cuaca dan budaya yang berbeda, kita biasanya suka terkejut saat mengetahui jika air keran di beberapa negara bisa langsung diminum tanpa harus dimasak, ataupun disaring. Atau mungkin saat menonton series dan film, kadang kita sering melihat karakternya meminum air dari keran rumahnya. Dari situlah pertanyaan muncul, Kenapa di luar negeri air keran bisa diminum?

Hal ini terasa asing bagi masyarakat Indonesia, karena umumnya air keran hanya digunakan untuk mandi, mencuci, kebutuhan rumah tangga lain. Sementara untuk kebutuhan air harian, kita lebih memilih mengonsusmi air kemasan.

Air Keran di Luar Negeri Bukan Air Biasa

Tentu bukan sebuah kebetulan jika air keran di luar negeri bisa diminum. Ini semua terjadi karena memang beberapa negara merancang hal tersebut. Di negara-negara seperti Jepang, Australia, Kanada, dan sebagian besar Eropa, air keran memang sudah memenuhi standar air minum. Sehingga air keran aman dikonsumsi langsung tanpa perlu perlakuan tambahan.

Namun, ini bukan berarti air di negara A secara alami lebih unggul dari negara B. Karena dalam hal ini, bukan hanya sumber air yang membuat air keran aman diminum. Tapi juga ada faktor sistem pengelolaan yang dibangun dan dijaga secara konsisten.

Baca Juga: 5 Hal yang Nggak Diajarkan di Sekolah, Tapi Penting Banget

Kok di Luar Negeri Air Keran Bisa Diminum? Ini Dia Penjelasannya - MPOIN

Sistem Air Minum yang Terjaga dari Hulu hingga Keran

Berikut beberapa hal yang membuat air keran di beberapa negara bisa langsung diminum.

  • Sumber Air Baku yang Terkontrol

Air minum berasal dari sumber air baku yang dijaga ketat kualitasnya. Area tangkapan air diawasi agar tidak mudah tercemar oleh limbah industri maupun domestik.

  • Proses Pengolahan dan Penyaringan Berlapis

Sebelum dialirkan ke rumah warga, air harus dipastikan melalui proses filtrasi dan desinfeksi berlapis untuk menghilangkan partikel berbahaya dan mikroorganisme.

  • Distribusi Air Tertutup dan Minim Kontaminasi

Air kemudian disalurkan melalui jaringan pipa tertutup yang dirawat secara berkala. Kebocoran dan potensi kontaminasi menjadi perhatian serius karena dapat langsung memengaruhi kualitas air.

Apa yang Terjadi Setelah Air Masuk ke Dalam Rumah

Tak hanya berhenti di situ, saat air masuk ke saluran rumah, pemilik rumah umumnya juga melakukan penyaringan mandiri dengan dan memastikan pipa air mereka tersambung dengan aman ke pipa distribusi air. 

Ini artinya, kualitas air tidak hanya dijaga oleh penyedia air, tetapi juga oleh kondisi sistem di dalam rumah itu sendiri. Pemilik rumah dituntut untuk sadar perihal penyimpanan dan distribusi air yang higienis agar kualitas air tidak menurun.

Baca Juga: Jaga Kesehatan Keluarga dengan Memilih Sayur Lebih Cerdas

Kenapa Air Keran di Indonesia Tidak Dianjurkan untuk Diminum Langsung

Kondisi di Indonesia berbeda. Air dari PDAM atau sumur umumnya tidak langsung digunakan, melainkan disimpan terlebih dahulu di tandon atau toren. Praktik ini wajar, mengingat tekanan dan ketersediaan air yang tidak selalu stabil.

Namun, penyimpanan inilah yang sering menjadi titik lemah. Air yang awalnya jernih dapat mengalami penurunan kualitas jika disimpan terlalu lama di tangki yang kurang higienis atau jarang dirawat. Beberapa hal yang juga mempengaruhi kualitas air di Indonesia antara lain: 

  • Risiko Endapan dan Lumut di Tangki Air

Adanya endapan halus, lumut, dan mikroorganisme yang berkembang di dalam tangki air. Akibatnya, air yang keluar dari keran tidak lagi sama kualitasnya dengan air saat pertama kali disimpan.

  • Pengaruh Material dan Desain Tangki

Material tangki, penutup yang tidak rapat, serta desain yang memungkinkan cahaya masuk dapat mempercepat penurunan kualitas air. Di sinilah sistem penyimpanan berperan besar dalam menjaga kebersihan air.

Air Bersih Bukan Soal Sumbernya Saja, Tapi Sistemnya

Pelajaran terpenting yang bisa didapat dari fenomena di atas bukanlah meniru kebiasaan minum air keran mentah. Tapi berusaha menjaga kualitas air hingga ke titik terakhir penggunaan. Memperlakukan air bersih sebagai suatu sistem yang utuh, bukan hanya urusan sumber air.

Karena itu, menjaga kualitas air di rumah bukan hanya soal sumber air atau filter tambahan, tetapi juga memastikan sistem penyimpanannya higienis dan stabil. Tangki air yang dirancang tertutup rapat, minim lumut, dan meminimalkan endapan membantu menjaga kualitas air tetap konsisten. Seperti tandon atau tangki air dari MPOIN yang bukan hanya menjanjikan tapi juga bagian dari sistem penyimpanan air dan menjaga kualitas air di rumah tangga.

Baca Juga: Hati-Hati, Duduk Terlalu Lama Jadi Masalah Serius

Next
Next

Jangan Telan Mentah-Mentah: Logical Fallacy yang Sering Menyesatkan di Media Sosial