Jangan Disepelekan! 6 Kebiasaan Malam Ini Bisa Mengganggu Kesehatan Ginjal 

Jangan Disepelekan! 6 Kebiasaan Malam Ini Bisa Mengganggu Kesehatan Ginjal 

Ginjal punya peran penting dalam menyaring limbah, menjaga keseimbangan cairan, dan membantu tubuh mengatur tekanan darah. Sayangnya, kesehatan ginjal sering baru diperhatikan saat tubuh mulai terasa tidak nyaman. Padahal, beberapa kebiasaan malam yang terlihat sepele bisa diam-diam ikut mengganggu kesehatan ginjal jika terus dilakukan.

Dikutip dari National Kidney Foundation, ginjal membantu membuang limbah dan kelebihan air dari tubuh, menjaga tekanan darah, serta menyeimbangkan mineral penting. Karena itu, kebiasaan harian yang berkaitan dengan cairan, makanan, tidur, dan buang air kecil perlu lebih diperhatikan.

Dirangkum dari berbagai sumber, berikut adalah 6 kebiasaan malam yang bisa mengganggu kesehatan ginjal.

1. Menahan Buang Air Kecil Saat Malam

Menahan Buang Air Kecil Saat Malam

Menahan buang air kecil saat malam sering dianggap tidak masalah karena malas bangun dari tempat tidur. Namun, kebiasaan ini sebaiknya tidak dilakukan terlalu sering, terutama jika tubuh sebenarnya sudah memberi sinyal ingin buang air kecil.

Retensi urine dapat membuat urine tidak keluar dengan baik dan berpotensi menekan saluran kemih hingga berdampak pada ginjal. Karena itu, jika rasa ingin buang air kecil muncul, sebaiknya jangan terus ditahan.

2. Tidur dalam Kondisi Kurang Cairan

Tidur dalam Kondisi Kurang Cairan

Kurang minum air sepanjang hari, lalu tidur dalam kondisi tubuh kurang cairan, bisa membuat tubuh terasa lebih lemas dan urine menjadi lebih pekat. Kondisi ini tidak selalu langsung berbahaya, tetapi kebiasaan kurang minum bisa membuat ginjal bekerja dalam kondisi yang kurang ideal.

Minum air dalam jumlah yang tepat untuk membantu menjaga kesehatan ginjal. Namun, kebutuhan cairan tiap orang bisa berbeda, terutama bagi orang dengan penyakit ginjal tertentu yang perlu membatasi cairan sesuai arahan dokter.

3. Makan Makanan Tinggi Garam Menjelang Tidur

Makan Makanan Tinggi Garam Menjelang Tidur

Makan makanan tinggi garam saat malam, seperti mi instan, keripik, makanan cepat saji, atau makanan olahan, bisa membuat asupan natrium harian meningkat. Jika sering terjadi, kebiasaan ini dapat berpengaruh pada tekanan darah.

Orang dengan penyakit ginjal perlu menghindari makanan dan minuman tinggi sodium, serta menjalani pola makan rendah garam untuk membantu memenuhi target tekanan darah. Tekanan darah yang tidak terkontrol dapat membebani ginjal dalam jangka panjang.

4. Minum Minuman Manis Sebelum Tidur

Minum Minuman Manis Sebelum Tidur

Minuman manis sebelum tidur, seperti soda, teh kemasan, kopi susu tinggi gula, atau minuman boba, juga perlu dibatasi. Kebiasaan ini bisa menambah asupan gula dan kalori tanpa terasa, apalagi jika dilakukan hampir setiap malam.

Sering minum minuman manis berkaitan dengan kenaikan berat badan, obesitas, diabetes tipe 2, penyakit jantung, dan gout. Diabetes dan tekanan darah tinggi termasuk faktor yang dapat meningkatkan risiko penyakit ginjal.

5. Makan Protein Berlebihan di Malam Hari

Makan Protein Berlebihan di Malam Hari

Protein tetap penting untuk tubuh, tetapi porsi berlebihan pada malam hari, terutama dari daging olahan, makanan tinggi garam, atau pola makan tinggi protein tanpa arahan, perlu diperhatikan. Bagi orang dengan masalah ginjal, asupan protein biasanya perlu disesuaikan dengan kondisi tubuh.

Kebutuhan protein pada penderita penyakit ginjal kronis (CKD) dapat berbeda, sehingga perlu disesuaikan dengan kondisi dan arahan ahli gizi atau tenaga kesehatan. Karena itu, makan malam sebaiknya tetap seimbang dengan sayur, karbohidrat secukupnya, dan sumber protein dalam porsi wajar.

6. Begadang dan Kurang Istirahat

Begadang dan Kurang Istirahat

Begadang juga bisa ikut mengganggu rutinitas tubuh. Saat tidur kurang, seseorang lebih mudah makan larut malam, minum manis, malas minum air putih, atau menunda buang air kecil. Kebiasaan ini bisa saling berkaitan dan membuat pola hidup menjadi kurang sehat.

Tidur cukup sebagai salah satu langkah yang dapat membantu memenuhi target tekanan darah. Dengan istirahat yang lebih teratur, tubuh punya waktu untuk pulih dan kebiasaan malam bisa lebih mudah dikendalikan.

Baca juga: Apa Itu Overwhelmed? Kenali Tanda dan Cara Mengatasinya

Kesehatan Ginjal dan Kualitas Air di Rumah

Menjaga kesehatan ginjal bisa dimulai dari kebiasaan sederhana di rumah, termasuk cukup minum air, tidak sering menahan buang air kecil, membatasi makanan tinggi garam, dan memilih minuman yang lebih bijak. Air juga digunakan untuk memasak, mencuci bahan makanan, membersihkan peralatan makan, mandi, dan memenuhi kebutuhan keluarga. Karena itu, kualitas air perlu dijaga sejak penyimpanannya.

Di sinilah tangki air MPOIN punya peran penting dalam menjaga kualitas air di rumah. Dengan material food grade, BPA free, perlindungan anti-UV, anti lumut, anti jamur, teknologi antimicrobial, dan dilengkapi garansi 50 tahun, MPOIN membantu menjaga air tetap lebih higienis untuk kebutuhan harian.

Dengan kebiasaan malam yang lebih sehat, kebutuhan air yang lebih terjaga, dan air yang tersimpan lebih higienis bersama tangki air MPOIN, rutinitas keluarga bisa terasa lebih nyaman setiap hari.

Baca juga: Mana yang Lebih Cocok untuk Diet, Pepaya atau Pisang?

Previous
Previous

Menurut Psikologi, Orang Bermental Kuat Biasanya Punya 4 Ciri Ini

Next
Next

Mana yang Lebih Cocok untuk Diet, Pepaya atau Pisang?