Waspada! 5 Makanan Ini Bisa Mengganggu Pencernaan Jika Dikonsumsi Saat Dingin
Makan makanan dalam kondisi dingin memang terasa praktis, terutama saat ada sisa makanan di kulkas dan ingin langsung dimakan tanpa dipanaskan lagi. Namun, bagi sebagian orang, kebiasaan ini bisa membuat perut terasa begah, kembung, mual, atau kurang nyaman.
Sebenarnya, tidak semua makanan yang dikonsumsi saat dingin pasti mengganggu pencernaan. Respons tubuh setiap orang berbeda, tergantung jenis makanan, kondisi lambung, cara penyimpanan, dan sensitivitas tubuh terhadap bahan tertentu. Cleveland Clinic menjelaskan bahwa perut kembung dapat dipicu oleh berbagai faktor, termasuk gas, konstipasi, kondisi pencernaan, dan intoleransi makanan.
Karena itu, beberapa makanan berikut sebaiknya lebih diperhatikan saat dikonsumsi dalam kondisi dingin, terutama jika perut mudah begah atau pencernaan sedang sensitif.
1. Gorengan
Gorengan memang menjadi camilan favorit banyak orang. Namun, saat sudah dingin, teksturnya bisa berubah lebih keras, berminyak, dan kurang nyaman saat dikonsumsi. Makanan yang digoreng umumnya memiliki kandungan lemak lebih tinggi, sehingga bisa terasa lebih berat dicerna oleh sebagian orang.
Mayo Clinic menyebutkan bahwa makanan berlemak dan makanan yang digoreng dapat menjadi pemicu heartburn atau rasa panas di dada pada sebagian orang. Jika kamu mudah merasa begah setelah makan gorengan, sebaiknya batasi porsinya dan hindari mengonsumsinya saat sudah terlalu lama disimpan.
2. Makanan Bersantan
Makanan bersantan seperti opor, gulai, atau rendang sering terasa lebih berat ketika dikonsumsi dalam kondisi dingin. Kandungan lemak dari santan dan minyak dapat membuat sebagian orang merasa cepat penuh, begah, atau tidak nyaman di perut.
Selain itu, makanan bersantan yang disimpan terlalu lama juga perlu diperhatikan dari sisi keamanan pangan. Jika ingin mengonsumsi makanan sisa, pastikan makanan disimpan dengan benar dan dipanaskan kembali sampai merata sebelum dimakan.
Baca juga: 6 Manfaat Nanas bagi Kesehatan, Baik untuk Daya Tahan Tubuh hingga Pencernaan
3. Produk Susu
Susu dingin, es krim, atau minuman berbahan susu bisa terasa menyegarkan. Namun, bagi orang dengan intoleransi laktosa, produk susu dapat memicu keluhan pencernaan seperti kembung, gas, mual, sakit perut, atau diare.
Intoleransi laktosa terjadi ketika seseorang mengalami gejala pencernaan setelah mengonsumsi makanan atau minuman yang mengandung laktosa. Gejalanya dapat muncul dalam beberapa jam setelah mengonsumsi susu atau produk turunannya. Jadi, masalahnya tidak selalu karena suhu dingin, tetapi karena kandungan laktosa yang tidak cocok untuk sebagian orang.
4. Salad
Salad dingin sering dianggap sebagai pilihan makanan sehat. Namun, sayuran mentah seperti kol, brokoli, atau sayuran tinggi serat tertentu dapat memicu gas dan kembung pada sebagian orang, terutama jika dikonsumsi dalam jumlah banyak.
Makanan tinggi serat dapat menyebabkan gas pada sebagian orang, terutama saat tubuh belum terbiasa. Agar lebih nyaman, sayuran bisa dikonsumsi dalam porsi bertahap atau diolah sebentar agar teksturnya lebih mudah diterima tubuh.
5. Makanan Pedas
Makanan pedas tetap bisa mengganggu pencernaan meski sudah dingin. Sambal, seblak sisa, makanan berbumbu cabai, atau makanan pedas yang disimpan di kulkas tetap dapat memicu perih, mulas, atau rasa panas di dada pada sebagian orang.
Mayo Clinic mencantumkan makanan pedas sebagai salah satu pemicu heartburn bagi sebagian orang. Selain itu, makanan sisa sebaiknya tidak langsung dimakan jika penyimpanannya kurang jelas. USDA juga menyarankan makanan sisa dipanaskan kembali hingga mencapai suhu aman 165°F atau sekitar 74°C.
Air Bersih Ikut Penting untuk Rutinitas Makan di Rumah
Menjaga pencernaan tidak hanya berkaitan dengan pilihan makanan, tetapi juga kebiasaan harian di rumah. Air digunakan untuk mencuci bahan makanan, memasak, membersihkan peralatan makan, hingga memenuhi kebutuhan minum setiap hari.
Karena digunakan terus-menerus, kualitas air di rumah perlu diperhatikan. Air yang tersimpan dengan baik dapat membantu aktivitas harian terasa lebih bersih dan higienis.
Di sinilah tangki air MPOIN punya peran penting dalam menjaga kualitas air di rumah. Dengan material food grade, BPA free, perlindungan anti-UV, anti lumut, anti jamur, teknologi antimicrobial, dan dilengkapi garansi 50 tahun, MPOIN membantu menjaga air tetap lebih higienis untuk kebutuhan harian.
Dengan memilih makanan sesuai kondisi tubuh, menyimpan makanan dengan benar, dan menjaga kualitas air di rumah, rutinitas makan sehari-hari bisa terasa lebih nyaman untuk pencernaan.
Baca juga: 5 Minuman Sehat untuk Usus yang Bisa Bantu Pencernaan Lebih Nyaman