Mengunyah Permen Karet Berlebihan Bisa Ganggu Rahang, Ini Penjelasannya
Mengunyah permen karet sering jadi kebiasaan kecil yang dilakukan tanpa sadar. Ada yang mengunyah saat bosan, ingin mulut terasa segar, mengurangi rasa kantuk, atau sekadar mencari distraksi saat bekerja. Sesekali mengunyah permen karet mungkin tidak langsung menjadi masalah, tetapi jika dilakukan terlalu sering dan terlalu lama, rahang bisa ikut terkena dampaknya.
Permen karet sebenarnya tidak selalu buruk. American Dental Association menjelaskan bahwa permen karet bebas gula dapat membantu meningkatkan aliran air liur, mengurangi asam plak, memperkuat gigi, dan membantu menurunkan risiko kerusakan gigi. Namun, manfaat tersebut tetap perlu dilihat secara bijak karena mengunyah permen karet sepanjang hari bisa memberi tekanan berlebih pada area rahang.
Mengunyah Permen Karet Berlebihan Bisa Membuat Rahang Bekerja Terus
Saat mengunyah permen karet, otot rahang bergerak berulang-ulang dalam waktu yang cukup lama. Jika kebiasaan ini dilakukan setiap hari, rahang bisa terasa pegal, kaku, atau tidak nyaman saat membuka mulut. Kondisi ini terjadi karena sendi dan otot rahang terus bekerja meski tubuh sebenarnya tidak sedang makan.
Menurut Cleveland Clinic, mengunyah permen karet secara terus-menerus dapat memberi tekanan berlebih pada sendi temporomandibular, otot, dan gigi. Kebiasaan tersebut dapat memicu keluhan seperti bunyi klik pada rahang, sakit kepala, nyeri rahang, hingga masalah pada gigi.
Rahang Pegal Bisa Berujung pada Sakit Kepala
Rahang yang terlalu sering dipakai untuk mengunyah juga bisa membuat area wajah terasa tegang. Pada sebagian orang, rasa tegang ini bisa menjalar ke kepala dan membuat kepala terasa berat atau nyeri. Karena itu, sakit kepala setelah terlalu sering mengunyah permen karet tidak selalu muncul tanpa alasan.
Dikutip dari Mayo Clinic menjelaskan bahwa gangguan sendi temporomandibular dapat berkaitan dengan beberapa kebiasaan, termasuk mengunyah permen karet, menggigit kuku, dan mengatupkan gigi. Jika rahang sering berbunyi, terasa nyeri, atau sulit dibuka dengan nyaman, kebiasaan mengunyah permen karet berlebihan sebaiknya mulai dikurangi.
Mengunyah Permen Karet Terlalu Lama Bisa Bikin Perut Kembung
Selain rahang, perut juga bisa ikut terasa tidak nyaman. Saat mengunyah permen karet, seseorang bisa lebih sering menelan udara tanpa sadar. Udara yang masuk ke saluran cerna dapat membuat perut terasa penuh, kembung, sering bersendawa, atau tidak nyaman.
Aerophagia terjadi ketika seseorang menelan terlalu banyak udara hingga menimbulkan gejala seperti kembung, gas, nyeri karena gas, dan sering bersendawa. Jadi, jika perut sering terasa kembung setelah mengunyah permen karet, kebiasaan ini bisa menjadi salah satu pemicunya.
Permen Karet Tetap Perlu Dikunyah dengan Bijak
Mengunyah permen karet tidak harus dihentikan sepenuhnya, apalagi jika yang dipilih adalah permen karet bebas gula dan dikonsumsi dalam batas wajar. Namun, permen karet juga bukan pengganti sikat gigi, flossing, minum air putih, dan pemeriksaan gigi secara berkala.
Jika rahang mulai terasa pegal, kepala sering nyeri, atau perut terasa kembung setelah mengunyah, tubuh sebenarnya sedang memberi sinyal. Membatasi durasi mengunyah, tidak selalu membawa permen karet, dan menggantinya dengan minum air putih saat mulut terasa kurang segar bisa menjadi langkah sederhana yang lebih nyaman.
Baca juga: Bak Mandi Cepat Kotor Meski Dikuras? Ini Penyebabnya
Kebiasaan Mengunyah Permen Karet dan Kualitas Air di Rumah
Membatasi kebiasaan mengunyah permen karet berlebihan juga bisa menjadi pengingat bahwa rutinitas kecil ikut berpengaruh pada kenyamanan tubuh. Air digunakan untuk minum, berkumur, memasak, mencuci peralatan makan, mandi, dan memenuhi kebutuhan keluarga. Karena itu, kualitas air perlu dijaga sejak penyimpanannya agar aktivitas harian terasa lebih nyaman.
Di sinilah tangki air MPOIN punya peran penting dalam menjaga kualitas air di rumah. Dengan material food grade, BPA free, perlindungan anti-UV, anti lumut, anti jamur, teknologi antimicrobial, dan dilengkapi garansi 50 tahun, MPOIN membantu menjaga air tetap lebih higienis untuk kebutuhan harian.
Mengunyah permen karet berlebihan bisa terasa sepele, tetapi tubuh bisa memberi sinyal saat kebiasaan tersebut mulai mengganggu. Dengan kebiasaan yang lebih bijak dan air yang tersimpan lebih higienis bersama tangki air MPOIN, keluarga bisa menjalani rutinitas harian dengan lebih nyaman.
Baca juga: Apa Itu Brain Freeze? Penyebab Sakit Kepala saat Makan Es Krim