Cara Kerja Teknik Napas 4-7-8 untuk Mengurangi Stres Harian

Cara Kerja Teknik Napas 4-7-8 untuk Mengurangi Stres Harian - MPOIN

Selama menjalani aktivitas harian, tak jarang ‘stres’ datang menghampiri. Ini bisa disebabkan tugas kantor yang belum selesai, kemacetan, atau kurang tidur. Untuk meredakan hal itu, obat tidak selalu jalan keluar. Terdapat satu metode yang sering direkomendasikan praktisi kesehatan adalah teknik napas 4-7-8.

Lewat artikel ini, kamu akan menemukan jawaban kenapa teknis napas ini baik untuk tubuh, langkah praktiknya, serta kebiasaan rumah yang bisa membantu efek relaksasinya lebih terasa.

Mengapa Pola Napas Mempengaruhi Sistem Saraf

Tanpa kita sadari pola napas punya hubungan langsung dengan sistem saraf otonom, yaitu sistem yang mengatur detak jantung, tekanan darah, dan respon stres. Saat cemas, napas biasanya pendek dan cepat. Saat tubuh rileks, napas menjadi lebih lambat dan dalam.

Karena hal itulah, dibeberapa momen, teknik pernapasan lambat sangat dianjurkan karena ia membantu membantu menurunkan denyut jantung sementara, meningkatkan respon relaksasi tubuh, dan memabantu tubuh keluar dari kondisi siaga berlebihan.

Teknik yang paling umum digunanakan untuk melatih pernapasan lambat adalah teknik napas 4-7-8. Denghan hitungan tetap, teknik ini singkatnya membuat napas lebih stabil, dan membantu tubuh berpindah ke kondisi yang lebih tenang.

Cara Kerja Teknik Napas 4-7-8 untuk Mengurangi Stres Harian - MPOIN

Baca Juga: Rumah Boleh Besar, Tapi Aliran Air Kecil?

Teknik Napas 4-7-8 dan Cara Praktiknya

Teknik napas 4-7-8 adalah pola pernapasan ritmis dengan tiga tahap hitungan yang konsisten. Tujuannya untuk memperlambat ritme napas dan memberi sinyal tenang ke tubuh. Metode ini sering dipakai sebagai teknik relaksasi cepat karena sederhana, tidak memerlukan alat, dan bisa dilakukan hampir di mana saja.

Pola dasarnya sebagai berikut:

  • Tarik napas selama 4 detik melalui hidung

  • Tahan napas selama 7 detik

  • Buang napas perlahan selama 8 detik melalui mulut

Agar hasilnya lebih optimal saat praktik, lakukan teknik ini dalam posisi duduk tegak atau berbaring santai. Rilekskan bahu, leher, dan rahang agar tubuh tidak ikut tegang saat menahan napas. Jaga tempo hitungan tetap stabil dan tidak terburu buru. Fokus pada ritme napas, bukan memaksa napas sangat dalam. Jika muncul rasa sedikit pusing di percobaan awal, hentikan sementara dan kembali ke napas normal, lalu ulangi dengan hitungan lebih sedikit.

Dengan manfaat yang dimilikinya, teknik ini sangat cocok dilakukan saat yaitu: 

  • Saat mulai merasa cemas atau tegang

  • Sebelum tidur

  • Setelah hari yang melelahkan

  • Sebelum presentasi atau rapat penting

  • Saat pikiran terasa penuh dan sulit fokus

  • Sebagai rutinitas relaksasi pagi dan malam

Baca Juga: Coffee Sudah Jadi Kewajiban Bagi Gen Z

Kesalahan Umum Saat Melakukan Teknik Napas 4-7-8

Meski teknik ini terlihat mudah, tapi tidak menutup kesempatan jika ada yang melakukan teknik dengan kurang tepat. Ini bisa menyebabkan efek yang tidak begitu berdampak pada orang yang melakukannya. Berikut kesalahan yang sering terjadi dan cara memperbaikinya:

  • Hitungan terlalu cepat

Jika hitungan dilakukan terlalu cepat, ritme napas tidak benar benar melambat. Gunakan tempo stabil seperti menghitung detik agar pola napas berubah sesuai tujuan latihan.

  • Menarik napas terlalu kuat

Tarikan napas yang agresif membuat otot dada dan leher tegang. Teknik ini tidak menuntut napas maksimal, cukup dalam dan halus.

  • Menahan napas sambil menegang

Saat fase tahan 7 detik, sebagian orang mengencangkan bahu atau rahang. Cek area wajah dan pundak tetap rileks saat menahan napas.

  • Hembusan napas terlalu singkat

Bagian buang napas 8 hitungan adalah kunci respon relaksasi. Jika dihembuskan terlalu cepat, efek menenangkan berkurang. Panjangkan hembusan secara konsisten.

  • Terlalu banyak hitungan di awal

Langsung melakukan banyak pengulangan bisa memicu pusing ringan. Mulai dari 4 kali pengulangan dengan hitungan yang lebih sedikit, lalu tambah bertahap jika sudah nyaman.

  • Lingkungan tidak mendukung

Tempat bising dan panas membuat fokus napas sulit tercapai. Pilihlah tempat yang tenang dan nyaman agar latihan lebih efektif.

  • Ekspektasi instan

Teknik napas adalah latihan respon tubuh. Sebagian orang merasakan efek cepat, sebagian perlu beberapa hari latihan rutin. Konsistensi lebih penting daripada durasi panjang sekali latihan.

Rutinitas Rumah yang Mendukung Efek Teknik Napas 4-7-8

Agar teknik napas 4-7-8 lebih efektif, kondisi tubuh dan lingkungan rumah sebaiknya ikut mendukung. Rutinitas sederhana seperti mandi air hangat, mencuci wajah, atau membersihkan diri setelah aktivitas membantu tubuh masuk ke kondisi lebih siap untuk relaksasi. Kontak dengan air bersih memberi efek fisik yang menenangkan dan membantu menurunkan ketegangan otot.

Ketersediaan air bersih yang stabil juga membuat rutinitas ini bisa dilakukan secara konsisten, tidak terganggu oleh air keruh atau pasokan air yang tidak pasti. Sistem penyimpanan air yang tertutup, berbahan food grade, dan dirancang untuk menjaga kualitas air membantu memastikan air tetap layak digunakan untuk kebutuhan kebersihan dan relaksasi harian. Seperti toren atau tangki air dari MPOIN yang dirancang untuk membantu menjaga kualitas air tetap higienis dan stabil, sehingga rutinitas relaksasi seperti mandi sebelum latihan napas dapat dilakukan dengan lebih tenang dan konsisten.

Baca Juga: 5 Rekomendasi Tumbler untuk Temani Aktivitas Kamu

Previous
Previous

Jangan Telan Mentah-Mentah: Logical Fallacy yang Sering Menyesatkan di Media Sosial

Next
Next

Jangan Salah Langkah: Ini Cara Cuci Sepatu yang Efektif dan Aman