5 Tips Jaga Kesehatan Mental dan Fisik untuk Ibu Bekerja yang Sibuk

5 Tips Jaga Kesehatan Mental dan Fisik untuk Ibu Bekerja yang Sibuk

Menjadi ibu bekerja sering terasa seperti menjalani dua dunia sekaligus. Di tempat kerja, ada tanggung jawab profesional yang perlu diselesaikan. Di rumah, ada keluarga yang juga membutuhkan perhatian, energi, dan kehadiran. Tidak heran kalau rasa lelah, kewalahan, dan pikiran penuh sering muncul di tengah rutinitas harian.

Sebuah studi dari jurnal Psikodinamika: Jurnal Literasi Psikologi membahas hubungan antara self-care dan coping stress pada ibu bekerja. Studi tersebut menjelaskan bahwa perempuan dengan peran ganda sebagai ibu rumah tangga dan pekerja dapat mengalami tekanan dari tugas di rumah dan tempat kerja. Kemampuan mengelola stres yang rendah juga dapat memicu stres berkepanjangan hingga burnout. Karena itu, menjaga kesehatan mental dan fisik bukan sekadar tambahan, tetapi kebutuhan penting bagi ibu bekerja.

1. Atur Waktu dan Beri Ruang untuk Istirahat

Atur Waktu dan Beri Ruang untuk Istirahat

Salah satu tantangan terbesar ibu bekerja adalah merasa harus selalu bisa melakukan semuanya. Pekerjaan kantor, urusan anak, kebutuhan pasangan, pekerjaan rumah, sampai hal kecil seperti membalas pesan sering menumpuk dalam satu hari. Kalau tidak diatur, rutinitas harian bisa membuat tubuh dan pikiran cepat lelah.

Istirahat perlu diperlakukan sebagai bagian dari jadwal, bukan hadiah setelah semua pekerjaan selesai. Mengutip laman Centers for Disease Control and Prevention (CDC), orang dewasa direkomendasikan tidur setidaknya tujuh jam setiap hari. Tidur yang cukup membantu tubuh punya waktu untuk pulih, menjaga fokus, dan membuat suasana hati lebih stabil. Jadi, mengambil jeda bukan berarti malas, melainkan cara menjaga energi agar peran di rumah dan di tempat kerja bisa dijalani lebih seimbang.

2. Jaga Asupan Makan dan Cukupi Air Putih

Jaga Asupan Makan dan Cukupi Air Putih

Kesibukan sering membuat ibu bekerja melewatkan sarapan, makan terburu-buru, atau mengganti makan dengan kopi dan camilan. Padahal, tubuh tetap membutuhkan asupan yang cukup agar energi harian lebih stabil. Makanan bergizi membantu tubuh bekerja lebih baik, sementara air putih membantu menjaga kenyamanan tubuh sepanjang hari.

Sebuah studi yang dipublikasikan di National Library of Medicine membahas pengaruh dehidrasi dan rehidrasi terhadap performa kognitif serta suasana hati. Studi tersebut menunjukkan bahwa rehidrasi setelah pemberian air dapat membantu mengurangi rasa lelah, memperbaiki suasana hati, serta meningkatkan perhatian, memori jangka pendek, dan reaksi. Artinya, hidrasi punya hubungan dengan energi, fokus, dan mood harian.

3. Sisipkan Gerak Ringan di Tengah Rutinitas

Sisipkan Gerak Ringan di Tengah Rutinitas

Olahraga sering terasa sulit dilakukan ketika jadwal sudah penuh. Namun, aktivitas fisik tidak harus selalu berupa olahraga berat atau pergi ke gym. Jalan kaki sebentar, peregangan di sela kerja, naik turun tangga, atau bergerak bersama anak di rumah tetap bisa membantu tubuh terasa lebih aktif.

Dilansir dari laman World Health Organization (WHO) menjelaskan bahwa aktivitas fisik rutin memberikan manfaat untuk kesehatan fisik dan mental. Pada orang dewasa, aktivitas fisik dapat membantu mengurangi gejala depresi dan kecemasan, meningkatkan kesehatan otak, serta mendukung kesejahteraan secara umum. Jadi, gerak ringan yang dilakukan konsisten bisa menjadi cara sederhana untuk menjaga tubuh tetap bugar dan pikiran lebih segar.

4. Kelola Stres dengan Cara yang Realistis

Kelola Stres dengan Cara yang Realistis

Tekanan pekerjaan dan urusan rumah sering membuat ibu bekerja merasa harus kuat sepanjang waktu. Padahal, stres yang terus ditahan bisa membuat tubuh dan pikiran semakin lelah. Mengelola stres tidak harus selalu dilakukan dengan cara besar. Kadang, yang dibutuhkan hanya waktu sebentar untuk menarik napas, menulis jurnal, mendengarkan musik, membaca buku, atau berbagi cerita dengan orang yang dipercaya.

Penelitian dari Psikodinamika: Jurnal Literasi Psikologi tentang tips mengelola stres untuk perempuan bekerja membahas bahwa istirahat tidak selalu harus tidur. Istirahat juga bisa berupa aktivitas yang menyenangkan, seperti olahraga, meditasi, atau melakukan hobi. Pendekatan seperti ini terasa lebih realistis untuk ibu bekerja karena bisa disesuaikan dengan ritme harian tanpa harus menunggu waktu luang yang panjang.

5. Kurangi Beban Mental di Rumah

Kurangi Beban Mental di Rumah

Bagi ibu bekerja, rasa lelah sering bukan hanya datang dari pekerjaan kantor. Ada juga beban mental di rumah yang berjalan diam-diam, seperti mengingat jadwal anak, menyiapkan kebutuhan keluarga, memikirkan menu makan, memastikan rumah tetap rapi, sampai mengatur hal kecil yang sering tidak terlihat.

Sebuah studi yang dipublikasikan di Archives of Women’s Mental Health menjelaskan bahwa beban mental rumah tangga atau cognitive household labor pada perempuan dapat berdampak pada kondisi psikologis. Studi tersebut menemukan bahwa beban mental rumah tangga berkaitan dengan depresi, stres, burnout, kesehatan mental secara umum, hingga kualitas hubungan perempuan dalam kehidupan sehari-hari.

Karena itu, mengurangi beban mental di rumah penting dilakukan, misalnya dengan membagi tanggung jawab bersama pasangan atau anggota keluarga, membuat rutinitas yang lebih jelas, dan tidak memaksakan rumah selalu sempurna setiap saat.

Baca juga: Air Beras untuk Kulit Cerah, Benarkah Ampuh atau Cuma Tren?

Rumah yang Nyaman Bantu Ibu Lebih Tenang

Kesehatan mental dan fisik ibu bekerja juga dipengaruhi oleh suasana rumah. Rumah yang bersih, nyaman, dan punya rutinitas yang lebih tertata dapat membantu tubuh lebih mudah beristirahat setelah hari yang panjang. Salah satu bagian penting dari kenyamanan rumah adalah ketersediaan air yang layak untuk mandi, memasak, mencuci, membersihkan rumah, dan kebutuhan keluarga.

Air yang digunakan setiap hari perlu disimpan dengan baik agar rutinitas keluarga terasa lebih nyaman. Untuk mendukung kebutuhan tersebut, tangki air MPOIN dirancang dengan material food grade, BPA free, perlindungan anti-UV, anti lumut, anti jamur, teknologi antimicrobial, serta dilengkapi garansi 50 tahun.

Dengan penyimpanan air yang lebih higienis bersama tangki air MPOIN, rutinitas di rumah bisa terasa lebih tenang dan nyaman. Setelah menjalani hari yang padat, momen pulang dapat menjadi waktu untuk mandi, beristirahat, dan kembali mengisi energi tanpa perlu khawatir dengan kualitas penyimpanan air harian keluarga.

Baca juga: 5 Makanan yang Bisa Bantu Jaga Tubuh dari Risiko Sel Kanker

Previous
Previous

Apa Itu Hantavirus? Kenali Gejala, Penularan, dan Cara Mencegahnya di Rumah

Next
Next

5 Makanan yang Bisa Bantu Jaga Tubuh dari Risiko Sel Kanker