Otak Manusia Sebagian Besar Terdiri dari Air, Ini Faktanya

Otak manusia sering dianggap sebagai pusat kendali paling kompleks dalam tubuh. Dari berpikir, mengingat, mengambil keputusan, mengatur emosi, sampai menggerakkan tubuh, semuanya melibatkan kerja otak. Menariknya, organ yang terlihat sangat “canggih” ini ternyata sebagian besar tersusun dari air.

U.S. Geological Survey atau USGS menjelaskan bahwa otak dan jantung manusia terdiri dari sekitar 73% air. Angka ini menunjukkan bahwa air bukan sekadar pelengkap dalam tubuh, melainkan bagian penting dari fungsi organ vital, termasuk otak. USGS juga mencatat bahwa tubuh orang dewasa secara umum mengandung hingga 60% air, sementara paru-paru, kulit, otot, ginjal, bahkan tulang juga memiliki kandungan air dalam jumlah tertentu.

Karena itu, pembahasan tentang air tidak hanya berhubungan dengan rasa haus. Air juga dekat dengan cara tubuh bekerja setiap hari. Saat tubuh mendapat cairan yang cukup, berbagai fungsi tubuh dapat berjalan lebih stabil, termasuk fungsi yang berkaitan dengan fokus, energi, dan suasana hati.

Peran Air bagi Fungsi Otak Sehari-hari

Peran Air bagi Fungsi Otak Sehari-hari

Otak membutuhkan kondisi tubuh yang seimbang agar bisa bekerja dengan baik. Dalam aktivitas harian, air membantu menjaga sirkulasi, mendukung pengaturan suhu tubuh, membawa nutrisi, dan membantu berbagai proses biologis yang dibutuhkan sel. Ketika tubuh kekurangan cairan, keseimbangan tersebut bisa ikut terganggu.

Sebuah artikel ilmiah dalam Nutrition Reviews menjelaskan bahwa penelitian tentang hidrasi menunjukkan beberapa kemampuan kognitif dan suasana hati dapat dipengaruhi oleh konsumsi air. Dampaknya bisa berbeda pada setiap orang, tetapi hidrasi tetap menjadi bagian penting dari cara tubuh menjaga fungsi otak, terutama pada kelompok yang lebih rentan terhadap perubahan cairan tubuh, seperti anak-anak dan lansia.

Dalam bahasa sehari-hari, kondisi kurang cairan kadang terasa seperti kepala lebih berat, tubuh kurang segar, atau fokus yang lebih mudah pecah. Bukan berarti setiap kali sulit fokus penyebabnya pasti kurang minum, tetapi hidrasi tetap menjadi salah satu hal dasar yang layak diperhatikan.

Kurang Cairan Bisa Bikin Fokus Terasa Menurun

Kekurangan cairan ringan saja bisa membuat tubuh terasa berbeda. Studi tentang keseimbangan air dan hidrasi menyebutkan bahwa kehilangan cairan tubuh sekitar 1-2% dapat mengganggu performa kognitif. Dampak ini bisa terasa pada kemampuan berpikir, perhatian, dan energi, terutama saat tubuh sedang banyak bergerak, cuaca panas, atau aktivitas sedang padat.

Penelitian lain yang dipublikasikan di International Journal of Environmental Research and Public Health juga menemukan bahwa rehidrasi setelah suplementasi air dapat membantu mengurangi rasa lelah serta memperbaiki suasana hati, memori jangka pendek, perhatian, dan reaksi pada partisipan penelitian.

Di kehidupan sehari-hari, hal ini bisa terasa saat seseorang terlalu sibuk bekerja, belajar, atau mengurus rumah sampai lupa minum. Awalnya mungkin hanya merasa haus. Lama-lama, tubuh bisa terasa lebih lemas, kepala kurang ringan, dan pekerjaan sederhana terasa lebih sulit diselesaikan. Karena itu, minum air cukup bukan sekadar kebiasaan kecil, tetapi bagian dari cara menjaga tubuh tetap siap menjalani rutinitas.

Baca juga: Jangan Asal Isi Ulang! Depot Air Nakal Bisa Bahayakan Kesehatan

Menjaga Hidrasi Tidak Harus Ribet

Menjaga hidrasi tidak harus dilakukan dengan cara yang rumit. Tubuh biasanya memberi sinyal lewat rasa haus, warna urine yang lebih pekat, mulut kering, atau tubuh yang terasa kurang segar. Namun, dalam hari yang sibuk, sinyal seperti ini sering diabaikan karena seseorang terlalu fokus pada pekerjaan, sekolah, atau aktivitas rumah.

European Food Safety Authority atau EFSA menetapkan asupan air yang memadai untuk orang dewasa sekitar 2 liter per hari untuk perempuan dan 2,5 liter per hari untuk laki-laki. Jumlah tersebut mencakup total air dari minuman dan makanan, sehingga kebutuhan setiap orang tetap bisa berbeda tergantung aktivitas, cuaca, kondisi tubuh, dan pola makan.

Agar lebih mudah, minum air bisa dibuat menjadi bagian dari rutinitas. Misalnya, minum setelah bangun tidur, sebelum mulai bekerja, setelah makan, setelah mandi, atau setelah beraktivitas di luar ruangan. Kebiasaan kecil seperti ini membantu tubuh tetap terhidrasi tanpa terasa seperti tugas tambahan.

Air yang Terjaga Bantu Rutinitas Harian Lebih Nyaman

Fakta bahwa otak manusia sebagian besar terdiri dari air mengingatkan bahwa air punya peran besar dalam kehidupan sehari-hari. Bukan hanya untuk membantu tubuh tetap terhidrasi, air juga digunakan untuk mandi, memasak, mencuci, membersihkan rumah, dan memenuhi berbagai kebutuhan keluarga.

Karena digunakan setiap hari, air perlu disimpan dengan baik agar kualitasnya lebih terjaga sebelum dipakai. Penyimpanan air yang tepat dapat membantu rutinitas rumah berjalan lebih nyaman, dari pagi yang sibuk sampai waktu istirahat setelah hari yang panjang.

Di sinilah tangki air MPOIN punya peran penting dalam menjaga kualitas air di rumah. Dengan material food grade, BPA free, perlindungan anti-UV, anti lumut, anti jamur, teknologi antimicrobial, dan dilengkapi garansi 50 tahun, MPOIN membantu menjaga air tetap lebih higienis untuk kebutuhan harian.

Baca juga: Jadi Orang Nggak Enakan Bisa Berdampak ke Kesehatan Tubuh?

Previous
Previous

Alasan 20 Mei Diperingati sebagai Hari Kebangkitan Nasional

Next
Next

Fenomena Hustle Culture pada Gen Z, Ambisi atau Tekanan?