Ternyata Begini Cara Membuat Roti Sourdough

Ternyata Begini Cara Membuat Roti Sourdough - MPOIN

Maraknya praktik gaya hidup sehat akhir-akhir ini membuat beberapa sektor di dunia kesehatan berkembang dan digemari oleh banyak orang, seperti olahraga dan makanan. Di sektor makanan, salah satu yang mencuri perhatian akhir-akhir ini adalah roti sourdough.

Sebagai salah satu jenis roti, sourdough mempunyai ciri khasnya tersendiri mulai dari rasa hingga prosesnya. Bahkan jenis roti ini dianggap sebagai roti yang paling sehat. Memiliki proses pembuatan yang berbeda dari roti pada umumnya, membuat sourdough memiliki tekstur khas, yaitu berongga dan memiliki aroma yang kompleks dan lebih mudah dicerna oleh tubuh. 

Saat ini, sourdough tak lagi mesti didapat melalui toko-toko roti mahal ataupun jauh. Berkat gaya hidup yang lebih fleksibel, kini banyak orang yang mulai tertarik untuk membuat roti sourdough di rumah. Selain lebih hemat, membuat roti di rumah juga lebih fleksibel. Kita jadi bisa mengontrol bahan yang digunakan, menyesuaikan rasa, dan memastikan roti dibuat secara higienis.

Bahan Dasar Sourdough, Starter, dan Peran Penting Air

Lalu bahan apa saja yang perlu disiapkan sebelum membuat sourdough. Secara sederhana, bahan utama roti sourdough hanya terdiri dari tepung, starter, air, dan garam. Lewat 4 bahan utama tersebutlah nantinya tekstur, rasa, dan keberhasilan fermentasi berjalan dengan baik.

Kemudian apa itu starter. Starter adalah kunci dari terciptanya sourdough. Merupakan campuran tepung dan air yang difermentasi secara alami hingga mengandung ragi liar dan bakteri baik. Yang kemudian berfungsi sebagai pengembang adonan sekaligus pembentuk rasa asam khas sourdough. Umumnya, starter yang sehat dan berhasil memiliki tekstur sedikit kental, penuh gelembung kecil, dan beraroma asam segar.

Selain tepung, air juga punya peran penting. Air tidak hanya membantu melarutkan bahan tapi juga memengaruhi kerja mikroorganisme dalam starter. Karena penggunaan air yang keruh, berbau, atau mengandung banyak kotoran dapat menghambat fermentasi dan membaut starter tidak stabil.

Baca Juga: Gatal-Gatal Sehabis Mandi? Coba Cek Kualitas Air dan Toren Di Rumah Kamu

Ternyata Begini Cara Membuat Roti Sourdough - MPOIN

Langkah-Langkah Cara Membuat Roti Sourdough

  • Membuat starter sourdough (±3–7 hari).

Dimulai dari membuat starter, yang merupakan biang fermentasi. Untuk membuatnya campurkan tepung dan air bersih dengan perbandingan 1:1. Setelah tercampur, letakkan starter dalam wadah kaca, lalu tutup longgar dan diamkan adonan selama 24 jam. Setelah itu, diamkan adonan selama 24 jam di suhu ruang. Dilanjut dengan membuang sebagian adonan dan beri makan kembali dengan tepung serta air bersih, setiap harinya. Nantinya starter akan memberikan tanda-tanda berupa munculnya gelembung dan aroma asam yang khas dan segar.

  • Mengaktifkan starter sebelum digunakan (±3–6 jam).

Beberapa jam sebelum membuat adonan roti, ambil 1 sendok makan starter lalu beri makan lagi dengan memberikan tepung dan air dengan perbandingan 1:1. Diamkan sampai starter mengembang dua kali lipat dan penuh gelembung. Pada tahap ini, starter sedang berada dalam kondisi paling aktif dan siap dicampurkan ke adonan roti.s

  • Mencampur tepung dan air (±30 menit).

Di wadah terpisah, campurkan 500 gram tepung protein tinggi dan 350 ml air bersih. Aduk hingga semua bagian basah, lalu diamkan sekitar 30 menit. Tahap ini bertujuan untuk membentuk gluten sehingga adonan nantinya lebih elastis.

  • Menggabungkan starter ke dalam adonan (±10 menit).

Setelah adonan dasar siap, masukkan 100 gram starter aktif dan 10 gram garam ke dalam adonan. Aduk perlahan hingga starter dan adonan tercampur rata. Di tahap inilah starter dan adonan pertama kali digabungkan, dan proses fermentasi roti pun mulai berjalan.

  • Fermentasi dengan teknik “stretch and fold” (±3–4 jam).

Ketika adonan dan starter digabungkan, diamkan adonan di suhu ruang. Dan sesekali lakukan teknik stretch and fold. Tahap ini membantu memperkuat struktur adonan dan menahan gas hasil fermentasi, membentuk rongga udara, dan menghasilkan tekstur roti yang ringan.

  • Membentuk adonan dan proofing terakhir (±1–2 jam).

Setelah fermentasi utama selesai, bentuk adonan sesuai selera lalu diamkan kembali hingga ukurannya mengembang ringan dan permukaannya terasa lentur saat ditekan.

  • Memanggang hingga matang (±30–40 menit).

Panaskan oven hingga 230°C, lalu panggang adonan sampai kulit roti berwarna keemasan, renyah di luar, dan bagian dalam matang dengan tekstur berongga.

Awas Jangan Sampai Salah Langkah

Umumnya banyak pemula sering mengalami beberapa kendala, seperti adonan tidak mengembang, tekstur terlalu padat, atau rasa terlalu asam. Kendala ini biasanya disebabkan oleh starter yang kurang aktif, waktu fermentasi yang tidak tepat, atau perbandingan air dan tepung yang kurang seimbang.

Selain itu, perihal kualitas air yang digunakan juga kadang luput dari perhatian. Karena air yang tercemar atau mengandung zat tertentu juga dapat mengganggu kerja bakteri baik dalam starter. Akibatnya, fermentasi menjadi tidak stabil dan hasil roti kurang maksimal.

Di sinilah pentingnya memastikan persediaan air di rumah tersimpan dengan baik. Seperti tandon atau tangki air MPOIN yang dibuat dari bahan berkualitas dan 100% BPA Free. Sehingga mampu membantu menjaga kualitas air tetap bersih dan aman digunakan setiap hari. Dengan sistem penyimpanan air yang tepat, aktivitas memasak, termasuk membuat sourdough, bisa dilakukan dengan lebih tenang dan sehat. Karena dapur yang sehat selalu dimulai dari air yang bersih. Dan dari dapur yang sehat, lahirlah sajian terbaik untuk keluarga tercinta.

Previous
Previous

Pasar Bersih dimulai Dari Air Bersih: Pasar Tradisional vs Pasar Modern

Next
Next

Bioskop vs Streaming: Perubahan Gaya Menonton Film