Pasar Bersih dimulai Dari Air Bersih: Pasar Tradisional vs Pasar Modern
Pasar merupakan bagian penting dari kehidupan masyarakat Indonesia. Setiap hari, ribuan orang datang untuk membeli bahan makanan, berjualan, hingga memenuhi kebutuhan rumah tangga. Dari sinilah rantai pangan keluarga dimulai, dari sayur mayur segar hingga daging dan ikan.
Namun, kebersihan pasar seringkali hanya dilihat dari permukaan. Jalanan/lantai yang bersih, sampah yang diangkut, atau lapak yang tampak rapi. Padahal, ada satu unsur mendasar yang menentukan bersih atau tidaknya sebuah pasar, yaitu air bersih. Tanpa sistem air yang baik, kebersihan pasar sulit terjaga secara konsisten.
Air sebagai Jantung Aktivitas Kebersihan Pasar
Di pasar, penggunaan air bisa ditemui setiap sudut pasar. Mulai dari mencuci bahan makanan, membersihkan meja potong dan lantai, hingga kebutuhan toilet umum dan tempat cuci tangan. Maka dari itu, memiliki air yang berkualitas menjadi sebuah kewajiban bagi pasar. Karena air yang keruh, berbau, atau tercemar dapat meninggalkan residu, menimbulkan aroma tidak sedap, bahkan menjadi media penyebaran bakteri.
Di Indonesia, setidaknya ada jenis pasar yang umumnya ditemui di masyarakat, yaitu pasar tradisional dan modern. Cara kedua pasar ini mengelola kebutuhan air juga memiliki perbedaan.
Pasar Traditional
Sistem penyimpanan air masih sederhana
Tangki air sudah lama digunakan dan jarang dikuras
Sebagian tangki tidak tertutup rapat
Saluran pembuangan sering tersumbat dan menimbulkan genangan
Risiko lumut, bau, dan air keruh lebih tinggi
Pasar Modern
Tangki air tertutup rapat dan lebih higienis
Jalur pipa tertata rapi dan mudah dipantau
Sistem drainase dirancang agar air cepat mengalir
Area basah lebih mudah dibersihkan
Aroma lebih segar dan suasana lebih nyaman
Dari hal diatras, kita bisa melihat jika pasar bersih bukan hanya soal kebiasaan, tetapi juga soal sistem yang dibangun sejak awal.
Resiko Sanitasi Dari Air Tidak Terawat
Air erat sekali kaitannya dengan masalah sanitasi. Ini penyebabnya jika sistem air yang dimiliki sebuah pasar tidak berjalan dengan baik, ia mampu menimbulkan masalah. Seperti tangki air yang jarang dikuras dan berlumut, atau air yang keruh dan berbau. Jika masalah ini diabaiakan, resiko kontaminasi penyakit, kuman, dan bakteri bisa meningkat dan dapat mempengaruhi kesehatan pedagang maupun pengunjung.
Baca Juga: Wow! Ternyata Ini Rahasia Kulit Sehat
Sistem Penyimpanan Air sebagai Kunci Pasar
Untuk mencegah segala masalah yang datang dari air, pasar memerlukan sistem air yang jelas. Ini bisa dimulai dari memilih tangki atau tandon air dengan kualitas terbaik. Hal ini membuat seluruh wilayah pasar mulai lapak basah hingga toilet umum bersih dan maksimal.
Dalam memilih tangki atau toren, pastikan ia mampu tertutup dengan rapat sehingga terlindungi dari debu dan juga kontaminasi. Pastikan toren dibuat dari bahan yang aman, dan tahan panas. Mengingat umumnya wilayah pasar berada di luar ruangan (outdoor). Selain itu, sistem pengurasan yang praktis sangat penting agar perawatan bisa dilakukan secara rutin tanpa mengganggu aktivitas pasar. Seperti MPOIN Drain yang didesain berbentuk mengerucut sehingga memudahkan kotoran dan air pada titik tengah bagian bawah dan membuat tandon lebih praktis dan bebas kuras. Dengan teknologi anti-lumut, material aman, MPOIN membantu pengelola pasar dan area komersial menjaga standar kebersihan dengan lebih mudah dan konsisten.