Sudah Minum Kopi Kok Tetap Ngantuk? Mungkin Ini Penyebabnya

Kopi sering dianggap sebagai solusi tercepat saat tubuh terasa lelah. Saat mulai merasa ngantuk, kopi biasanya selalu jadi andalan. Namun, tidak sedikit orang yang justru merasa aneh saat sudah minum kopi, tapi kantuk masih juga belum hilang.

Kondisi ini sebenarnya cukup umum terjadi. Dan menariknya, penyebabnya tidak selalu sesederhana kurang tidur. Secara singkat, ini bisa terjadi karena tubuh manusia bekerja dengan sistem biologis yang kompleks. Respons terhadap kafein dipengaruhi oleh banyak faktor, mulai dari ritme hormon alami, kondisi hidrasi, hingga kebiasaan konsumsi harian.

Tubuh Tidak Hanya Butuh Kafein

Sebelum menyalahkan kopi karena tidak bekerja dengan baik, ada satu hal penting yang perlu dipahami, yaitu rasa lelah tidak selalu disebabkan oleh kurangnya kafein. Rasa lelah yang dirasakan oleh tubuh bisa saja disebabkan oleh kualitas tidur, keseimbangan hormon, kadar gula, dan cairan tubuh. Hal ini karena tubuh memiliki sistem untuk meregulasi energi.

Kafein memang bekerja dengan memblokir reseptor adenosin atau zat kimia di otak yang memicu rasa kantuk. Saat dikonsumsi, efek kafein mulai terasa dalam 15-45 menit dan mencapai puncaknya sekitar 30-60 menit setelah dikonsumsi.

Namun, jika tubuh sedang mengalami kelelahan berat, dehidrasi ringan, atau gangguan tidur kronis, efek ini bisa menjadi jauh lebih lemah. Dengan kata lain, kopi bukan solusi tunggal. Ia hanya bekerja optimal jika kondisi dasar tubuh juga mendukung.

Selain itu, berikut beberapa alasan mengapa kopi tidak memberikan dampak signifikan pada tubuh:

Baca Juga: Cara Membersihkan Akuarium Tanpa Membuat Ikan Cupang Stres atau Mati Mendadak

1. Kopi Tidak Memberi Energi

Secara ilmiah, kopi tidak benar-benar menghasilkan energi tambahan. Ia hanya menunda rasa lelah dengan menghambat kerja adenosin. Jika tubuh benar-benar kekurangan istirahat, kopi tidak bisa menggantikan fungsi tidur.

2. Hutang Tidur

National Sleep Foundation menjelaskan bahwa kurang tidur kronis atau sleep debt tidak bisa dikompensasi dengan kafein. Jika Anda tidur 4–5 jam selama beberapa hari berturut-turut, performa kognitif dan konsentrasi tetap menurun meski mengonsumsi kopi. Sehingga penting untuk memastikan tubuh memiliki waktu tidur berkualitas sekitar 7–9 jam

3. Toleransi Kafein

Konsumsi kopi setiap hari dapat menyebabkan toleransi pada tubuh. Reseptor adenosin di otak mulai beradaptasi sehingga efek kafein terasa lebih lemah dibandingkan saat pertama kali mengonsumsinya.

Inilah mengapa sebagian orang merasa perlu meningkatkan dosis kopinya. Namun, konsumsi berlebihan justru berisiko menyebabkan jantung berdebar, gangguan lambung, dan kualitas tidur yang semakin buruk.

4. Salah Waktu Minum Kopi

Tubuh secara alami memproduksi hormon kortisol, yaitu hormon yang membantu tubuh merespons stres, mengatur metabolisme, menjaga tekanan darah, dan fungsi imun.

Hormon ini umumnya dilepaskan pada pagi hari sekitar pukul 07.00–09.00. Jika kopi diminum saat kadar kortisol masih tinggi, efeknya bisa terasa kurang signifikan. Beberapa pakar menyarankan waktu optimal minum kopi adalah antara pukul 09.30–11.30, ketika kadar kortisol mulai menurun.

5. Dehidrasi Ringan

Ini salah satu faktor yang jarang dibahas. Tubuh manusia terdiri dari sekitar 60% air. Studi dalam Journal of Nutrition menunjukkan bahwa dehidrasi ringan dapat menurunkan konsentrasi, meningkatkan rasa lelah, dan memengaruhi suasana hati.

Banyak orang langsung minum kopi tanpa memastikan asupan air putih cukup. Padahal sirkulasi darah dan distribusi oksigen ke otak sangat bergantung pada hidrasi yang baik.

Baca Juga: 5 Buah Lokal Untuk Jaga Imun Tubuh Kamu Setiap Hari

6. Lonjakan dan Penurunan Gula Darah

Mengonsumsi kopi dengan tambahan gula yang tinggi atau mengonsumsinya saat perut kosong juga dapat menyebabkan lonjakan gula darah. Setelah hal itu terjadi, biasanya diikuti juga dengan penurunan energi dengan cepat, yang justru membuat tubuh semakin terasa lelah.

Menjaga Hidrasi Dimulai dari Rumah

Dari seluruh faktor yang dibahas, ada satu benang merah yang bisa menyebabkan kafein pada kopi tidak bekerja dengan maksimal, yaitu kebutuhan dasar tubuh yang belum terpenuhi.  Seperti tidur yang cukup, kadar gula darah yang seimbang, dan cairan tubuh yang cukup untuk memastikan sirkulasi darah serta distribusi oksigen ke otak berjalan baik.

Tanpa fondasi tersebut, kafein hanya menjadi penunda sementara. Yang berarti, sebelum menambah dosis kopi, yang perlu dievaluasi justru pola istirahat dan kebiasaan minum air harian.

Kebiasaan minum air yang baik tentu perlu didukung oleh kualitas air yang terjaga di rumah. Seperti tandon atau tangki air MPOIN yang dirancang dengan perlindungan anti-UV, anti lumut, dan anti mikroba. Dibuat dengan material ramah lingkungan yang aman untuk air konsumsi, serta struktur yang 10x lebih kuat dan didukung garansi hingga 50 tahun.

Menjadikan tandon atau tangki air MPOIN bukan hanya tempat menyimpan air, tapi investasi kesehatan jangka panjang. Karena pada akhirnya, energi harian bukan hanya soal kopi, tetapi tentang bagaimana kebutuhan dasar tubuh terpenuhi dengan baik, dimulai dari air yang kita konsumsi setiap hari.

Baca Juga: Tipe Tangki Air Rumah Yang Wajib Kamu Ketahui

Next
Next

Serupa Tapi Tak Sama, Ini Dia Perbedaan Ice Cream, Gelato, Sorbet, dan Parfait