7 Gerakan Workout di Rumah untuk Pemula agar Tubuh Lebih Aktif

7 Gerakan Workout di Rumah untuk Pemula agar Tubuh Lebih Aktif

Workout tidak harus selalu dilakukan di gym atau memakai alat yang rumit. Ada banyak gerakan workout di rumah untuk pemula yang bisa dicoba dengan ruang terbatas, asalkan tubuh bergerak dengan cara yang benar dan dilakukan secara konsisten. Gerakan sederhana pun bisa membantu tubuh terasa lebih aktif, kuat, dan tidak mudah kaku.

Dilansir dari World Health Organization (WHO), aktivitas fisik bermanfaat untuk kesehatan tubuh, dan orang dewasa dianjurkan melakukan aktivitas penguatan otot yang melibatkan kelompok otot utama setidaknya 2 hari dalam seminggu. Karena itu, 7 gerakan workout berikut bisa menjadi pilihan untuk memulai rutinitas yang lebih sehat tanpa terasa terlalu berat.

1. Gerakan Squat untuk Melatih Kaki dan Pinggul

Gerakan Squat untuk Melatih Kaki dan Pinggul

Squat termasuk gerakan workout yang mudah dilakukan di rumah. Gerakan ini melibatkan otot paha, pinggul, dan bokong. Posisi tubuh dibuat seperti akan duduk, lalu kembali berdiri secara perlahan.

Agar lebih aman, punggung sebaiknya tetap tegak dan lutut tidak terlalu maju melewati ujung kaki. Jika baru mulai, squat bisa dilakukan pelan-pelan tanpa tambahan beban.

2. Gerakan Lunges untuk Melatih Keseimbangan

Gerakan Lunges untuk Melatih Keseimbangan

Lunges membantu melatih otot kaki sekaligus keseimbangan tubuh. Gerakan ini dilakukan dengan melangkahkan satu kaki ke depan, lalu menurunkan tubuh secara perlahan sebelum kembali ke posisi awal.

Lunges bisa dilakukan bergantian antara kaki kanan dan kiri. Gerakan workout ini cocok untuk melatih kontrol tubuh karena setiap sisi kaki bekerja lebih fokus.

3. Gerakan Push-Up untuk Kuatkan Tubuh Bagian Atas

Push-up dikenal sebagai gerakan workout untuk melatih dada, bahu, lengan, dan otot inti. Jika push-up biasa terasa terlalu berat, gerakan bisa dimulai dari versi lutut menempel di lantai.

Latihan kekuatan dapat membantu meningkatkan fungsi fisik, keseimbangan, dan kemampuan melakukan aktivitas sehari-hari. Karena itu, push-up bisa menjadi bagian dari latihan sederhana untuk membangun kekuatan tubuh.

4. Gerakan Plank untuk Melatih Otot Inti

Gerakan Plank untuk Melatih Otot Inti

Plank terlihat sederhana, tetapi cukup menantang. Gerakan ini dilakukan dengan menahan tubuh dalam posisi lurus menggunakan lengan bawah dan ujung kaki. Fokus utama plank adalah melatih otot perut, punggung, dan bahu.

Saat melakukan plank, hindari pinggang terlalu turun atau terlalu naik. Mulailah dari durasi singkat, lalu tambah perlahan sesuai kemampuan tubuh.

5. Gerakan Glute Bridge untuk Area Pinggul

Gerakan Glute Bridge untuk Area Pinggul

Glute bridge dilakukan dengan posisi telentang, lutut ditekuk, lalu pinggul diangkat perlahan. Gerakan workout ini membantu melatih area bokong, pinggul, dan punggung bawah.

Gerakan ini cocok dilakukan setelah terlalu lama duduk. Selain mudah, glute bridge juga tidak membutuhkan alat sehingga bisa dilakukan di matras atau lantai yang nyaman.

6. Gerakan Jumping Jack untuk Membuat Tubuh Lebih Aktif

Jumping jack bisa membantu menaikkan detak jantung dan membuat tubuh lebih aktif. Gerakan ini dilakukan dengan membuka kaki dan tangan secara bersamaan, lalu kembali ke posisi awal.

Jika belum terbiasa, jumping jack bisa dibuat lebih ringan dengan melangkah ke samping tanpa melompat. Cara ini membantu tubuh tetap bergerak tanpa memberi tekanan berlebihan pada sendi.

7. Gerakan Mountain Climber untuk Melatih Banyak Otot

Gerakan Mountain Climber untuk Melatih Banyak Otot

Mountain climber dilakukan dari posisi seperti plank, lalu lutut digerakkan bergantian ke arah dada. Gerakan workout ini melibatkan otot inti, bahu, kaki, dan meningkatkan intensitas latihan.

Latihan kekuatan dan fleksibilitas dapat membantu tubuh tetap kuat, lentur, dan lebih aktif. Karena itu, mountain climber bisa dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan, tanpa harus langsung cepat.

Baca juga: PCOS Bisa Menghambat Proses Diet? Ini Penjelasan Medisnya!

Workout, Hidrasi, dan Rutinitas Rumah yang Lebih Sehat

Setelah melakukan gerakan workout, tubuh tetap membutuhkan hidrasi yang cukup. Air digunakan untuk minum, mandi, mencuci pakaian olahraga, membersihkan botol minum, memasak, dan memenuhi kebutuhan keluarga. Karena itu, kualitas air perlu dijaga sejak penyimpanannya.

Di sinilah tangki air MPOIN punya peran penting dalam menjaga kualitas air di rumah. Dengan material food grade, BPA free, perlindungan anti-UV, anti lumut, anti jamur, teknologi antimicrobial, dan dilengkapi garansi 50 tahun, MPOIN membantu menjaga air tetap lebih higienis untuk kebutuhan harian.

Dengan rutinitas workout yang lebih konsisten, tubuh yang lebih aktif, dan air yang tersimpan lebih higienis bersama tangki air MPOIN, gaya hidup sehat di rumah bisa terasa lebih nyaman setiap hari.

Baca juga: Es Krim Cair Jangan Dibekukan Lagi! Ini Risikonya bagi Kesehatan Tubuh

Next
Next

5 Manfaat Buah Naga untuk Kesehatan Tubuh yang Perlu Diketahui