Jarang Minum Air Putih Bisa Bikin Gigi Rusak? Begini Penjelasannya

Saat membahas gigi rusak, banyak orang langsung mengaitkannya dengan makanan manis, malas sikat gigi, atau jarang ke dokter gigi. Semua faktor tersebut memang penting, tetapi ada kebiasaan lain yang sering luput dari perhatian, yaitu jarang minum air putih. Kebiasaan sederhana tersebut bisa memengaruhi kondisi mulut karena air membantu menjaga kelembapan, membersihkan sisa makanan, dan mendukung produksi air liur.

Dikutip dari laman MouthyHealth, air liur punya peran besar dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut.Air liur membantu membersihkan sisa makanan, mempermudah menelan, serta membawa mineral seperti kalsium, fosfat, dan fluorida yang mendukung kekuatan gigi. Saat produksi air liur berkurang, mulut menjadi lebih kering dan risiko kerusakan gigi bisa meningkat. 

Kenapa Jarang Minum Bisa Mengganggu Gigi?

Ketika tubuh kurang cairan, mulut bisa terasa lebih kering. Kondisi mulut kering membuat sisa makanan dan bakteri lebih mudah bertahan di sekitar gigi dan gusi. Jika kebiasaan jarang minum terjadi berulang, plak lebih mudah terbentuk, bau mulut bisa terasa lebih mengganggu, dan risiko gigi berlubang dapat meningkat.

Kementerian Kesehatan menjelaskan bahwa minum air mineral minimal dua liter atau delapan gelas sehari dapat membantu meningkatkan aliran air ludah. Air ludah berfungsi sebagai pembersih alami gigi dan membantu menetralkan kondisi rongga mulut yang asam. Kondisi mulut yang terlalu asam dapat memicu proses demineralisasi atau berkurangnya mineral pada permukaan gigi. 

Air Putih Membantu Membersihkan Sisa Makanan

Setelah makan, sisa makanan bisa menempel di sela gigi dan gusi. Jika tidak dibersihkan, sisa makanan dapat menjadi tempat bakteri berkembang. Minum air putih setelah makan membantu membilas sebagian sisa makanan agar tidak terlalu lama menempel di rongga mulut. Kebiasaan tersebut bukan pengganti sikat gigi, tetapi dapat membantu menjaga mulut terasa lebih bersih di antara waktu makan. 

Jika sisa makanan dibiarkan, bakteri dapat berkembang dan membentuk plak yang berpotensi menyebabkan gigi berlubang serta gangguan gusi. 

Mulut Kering Bisa Jadi Sinyal yang Tidak Boleh Diabaikan

Mulut kering sesekali bisa terjadi saat seseorang sedang gugup, banyak bicara, atau kurang minum. Namun, jika mulut terasa kering terus-menerus, kondisi tersebut perlu diperhatikan. National Institute of Dental and Craniofacial Research menjelaskan bahwa dry mouth atau xerostomia terjadi saat air liur tidak cukup untuk menjaga mulut tetap basah. Kondisi mulut kering yang menetap dapat meningkatkan risiko kerusakan gigi dan infeksi jamur di mulut karena air liur membantu mengendalikan kuman berbahaya. 

Dalam aktivitas harian, tanda mulut kering bisa terasa dari bibir mudah pecah, napas kurang segar, tenggorokan kering, atau rasa tidak nyaman saat mengunyah dan menelan. Jika keluhan berlangsung lama, pemeriksaan ke dokter gigi tetap diperlukan agar penyebabnya bisa diketahui dengan tepat.

Baca juga: Air Kotor Bisa Ganggu Kesehatan Gigi? Berikut Penjelasannya

Kebiasaan Minum yang Lebih Ramah untuk Gigi

Minum air putih secara rutin bisa menjadi kebiasaan kecil yang berdampak baik untuk kesehatan mulut. Air putih lebih ramah untuk gigi dibandingkan minuman manis, bersoda, atau terlalu asam. Minuman tinggi gula dapat memberi “makanan” bagi bakteri di mulut, sedangkan minuman asam dapat mengganggu lapisan pelindung gigi jika dikonsumsi terlalu sering.

Kebiasaan minum air putih bisa dimulai dari momen sederhana, seperti setelah bangun tidur, setelah makan, setelah minum kopi, atau setelah beraktivitas di luar rumah. Bagi keluarga, menyediakan air yang mudah dijangkau di rumah dapat membantu anak dan orang dewasa lebih terbiasa memilih air putih sebagai minuman harian.

Air di Rumah Juga Perlu Tersimpan Lebih Higienis

Membiasakan diri minum air putih akan terasa lebih mudah jika air di rumah tersedia dengan baik. Namun, ketersediaan saja belum cukup. Air juga perlu tersimpan dalam wadah yang mendukung kualitasnya. Air yang masuk ke tangki dapat membawa partikel dari pipa atau sumber air. Jika penyimpanan tidak terlindungi, kualitas air bisa berubah karena panas, cahaya, lumut, jamur, atau faktor lingkungan lain.

Untuk kebutuhan harian keluarga, tangki air MPOIN membantu menjaga air tetap lebih higienis di rumah. Dengan material food grade, BPA free, perlindungan anti-UV, anti lumut, anti jamur, serta teknologi antimicrobial, MPOIN membantu menjaga air tetap lebih higienis untuk kebutuhan harian. Air yang tersimpan lebih baik membuat rutinitas minum, berkumur, memasak, mandi, dan membersihkan rumah terasa lebih nyaman.

Gigi sehat tetap membutuhkan sikat gigi yang benar, pemeriksaan rutin ke dokter gigi, dan pola makan yang seimbang. Namun, kebiasaan minum air putih juga tidak boleh diremehkan. Dengan dukungan tangki air MPOIN yang dilengkapi garansi 50 tahun, keluarga dapat menjaga ketersediaan air yang lebih higienis di rumah sehingga rutinitas sehat untuk gigi, mulut, dan tubuh bisa dimulai dari hal sederhana setiap hari. 

Baca juga: Wajah Kusam Karena Kurang Minum Air Putih? Ini Hubungannya dengan Hidrasi Kulit

Previous
Previous

7 Kebiasaan Orang Korea Selatan yang Bikin Kulit Glowing, Bisa Dicoba di Rumah

Next
Next

Air Kotor Bisa Bikin Ketombean? Ini Hubungannya dengan Kulit Kepala