Memelihara Kucing Bisa Mengubah Otak? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Bagi pecinta kucing, mengelus kucing setelah hari yang melelahkan bisa terasa seperti terapi kecil di rumah. Suara dengkuran, tingkah lucu, atau sekadar melihat kucing tidur dengan santai sering membuat suasana hati ikut lebih tenang.

Namun, rasa nyaman saat dekat dengan kucing ternyata bukan hanya soal perasaan. Interaksi antara manusia dan hewan peliharaan dapat berkaitan dengan respons tubuh, emosi, dan kimia otak, terutama melalui hormon yang berperan dalam rasa nyaman, kedekatan, dan ikatan emosional.

Melansir Times of India, hubungan manusia dengan kucing disebut dapat dipengaruhi oleh oksitosin, yaitu hormon yang berkaitan dengan rasa percaya, ikatan sosial, dan pengaturan stres. Kontak ramah seperti mengelus dan berbicara dengan kucing juga dikaitkan dengan peningkatan oksitosin pada manusia.

Interaksi dengan Kucing Memengaruhi Respons Tubuh

Interaksi dengan Kucing

Salah satu alasan memelihara kucing disebut bisa memengaruhi otak adalah karena interaksi dengan kucing dapat berkaitan dengan perubahan respons tubuh. Saat pemilik mengelus, menemani, atau berbicara dengan kucing, tubuh dapat merespons melalui perubahan hormon dan emosi yang berkaitan dengan rasa nyaman. 

Dalam penelitian yang dilakukan oleh peneliti Jepang terhadap 32 pemilik kucing pada Juni hingga Oktober 2021, interaksi dengan kucing di lingkungan rumah diamati melalui beberapa indikator, seperti oksitosin, kortisol, aktivitas saraf otonom, dan emosi pemilik. Studi tersebut menunjukkan bahwa interaksi bebas dengan kucing dapat berkaitan dengan perubahan emosi dan respons fisiologis pemiliknya.

Hal ini membuat hubungan manusia dan kucing terasa lebih menarik. Aktivitas sederhana seperti mengelus, menemani, atau berkomunikasi dengan kucing bukan hanya menciptakan rasa dekat secara emosional, tetapi juga dapat berkaitan dengan sistem oksitosin yang berperan dalam rasa nyaman dan ikatan sosial.

Baca juga: Bukan Cuma Enak, Ini 5 Manfaat Kuning Telur untuk Kesehatan Tubuh

Rasa Tenang Bisa Muncul dari Sentuhan dan Kebiasaan

Banyak pemilik kucing merasa lebih rileks setelah bermain, duduk bersama, atau mengelus hewan peliharaannya. Perasaan ini bisa muncul karena sentuhan lembut dan kehadiran kucing memberi sinyal nyaman bagi tubuh.

Times of India menyebutkan bahwa interaksi ramah seperti mengelus dan berbicara dengan kucing dapat dikaitkan dengan peningkatan oksitosin pada pemiliknya dibandingkan saat beristirahat tanpa kucing. Hormon tersebut juga berhubungan dengan pengaturan stres, sehingga kedekatan dengan kucing bisa terasa menenangkan bagi sebagian orang.

Karena itu, kucing sering terasa seperti teman yang membuat suasana rumah lebih hidup. Walaupun tidak selalu ekspresif seperti hewan peliharaan lain, kucing tetap bisa membangun koneksi dengan pemiliknya melalui cara yang lebih halus.

Kehadiran Kucing Membuat Rutinitas Lebih Teratur

Memelihara kucing juga dapat membuat seseorang memiliki rutinitas yang lebih teratur. Pemilik kucing biasanya perlu memberi makan, mengganti air minum, membersihkan tempat tidur, dan menjaga area pasir tetap bersih.

Rutinitas tersebut dapat memberi struktur dalam keseharian. Hal kecil seperti menyiapkan makanan, memperhatikan kebersihan kandang, atau menemani kucing bermain membuat pemilik memiliki aktivitas berulang yang bisa memberi rasa terhubung dan bertanggung jawab.

Bagi sebagian orang, merawat kucing juga membuat hari terasa lebih “hidup” karena ada makhluk lain yang perlu diperhatikan. Dari rutinitas sederhana inilah ikatan emosional antara pemilik dan kucing dapat terbentuk secara perlahan.

Tidak Semua Efeknya Sama pada Setiap Orang

Meski memelihara kucing bisa memberi rasa nyaman, efeknya tidak selalu sama pada setiap orang. Ada yang merasa lebih rileks saat dekat dengan kucing, tetapi ada juga yang justru merasa repot karena harus mengurus kebersihan, biaya perawatan, atau alergi.

Karena itu, sebelum memelihara kucing, penting untuk memahami kesiapan diri. Kucing tetap membutuhkan perhatian, makanan yang sesuai, tempat tinggal yang aman, air minum bersih, serta perawatan kesehatan secara rutin.

Memelihara kucing bukan hanya soal mendapatkan teman lucu di rumah, tetapi juga komitmen untuk menjaga kesejahteraan hewan peliharaan tersebut. Jika kebutuhan dasar kucing tidak terpenuhi, rutinitas memelihara hewan justru bisa terasa melelahkan.

Rumah yang Nyaman untuk Pemilik dan Hewan Peliharaan

Memelihara kucing menunjukkan bahwa kenyamanan di rumah dapat dipengaruhi oleh banyak hal, termasuk hubungan dengan hewan peliharaan, kebersihan lingkungan, dan kebutuhan dasar yang digunakan setiap hari. Air juga menjadi bagian penting dalam rutinitas harian, mulai dari minum, memasak, mandi, mencuci wadah makan kucing, hingga membersihkan area rumah.

Karena digunakan setiap hari, kualitas air di rumah perlu diperhatikan. Air yang tersimpan dengan baik dapat membantu mendukung aktivitas harian agar tetap lebih bersih dan higienis, termasuk saat merawat hewan peliharaan.

Di sinilah tangki air MPOIN punya peran penting dalam menjaga kualitas air di rumah. Dengan material food grade, BPA free, perlindungan anti-UV, anti lumut, anti jamur, teknologi antimicrobial, dan dilengkapi garansi 50 tahun, MPOIN membantu menjaga air tetap lebih higienis untuk kebutuhan harian.

Dengan merawat kucing secara bertanggung jawab dan menjaga kualitas kebutuhan dasar di rumah, rutinitas bersama hewan peliharaan bisa terasa lebih nyaman, sehat, dan menyenangkan setiap hari.

Baca juga: Mengenal Otrovert, Tipe Kepribadian yang Tidak Mudah Ikut Arus

Next
Next

Jangan Dipaksakan! Ini 8 Sinyal Tubuh Kelelahan dan Butuh Istirahat