Ramai Ucapan Bahlil, Ini Makna Lailatul Qadar dalam Islam
Istilah Lailatul Qadar kembali ramai diperbincangkan di ruang publik. Hal ini bermula dari pernyataan Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, pada peringatan Nuzulul Quran dan buka puasa bersama yang digelar Partai Golkar pada Jumat, 6 Maret 2026.
Dalam acara tersebut Bahlil menyebutkan “Kalau bagi Partai Golkar, Lailatul Qadar itu kalau kursi tambah”. Ucapan tersebut memicu berbagai tanggapan dari masyarakat. Sebagian menganggapnya sebagai candaan politik biasa, sementara sebagian lainnya menilai istilah religius seperti Lailatul Qadar seharusnya tidak digunakan dalam konteks politik.
Terlepas dari polemik tersebut, diskusi ini justru mengingatkan kita tentang apa sebenarnya makna Lailatul Qadar dalam Islam?
Apa Itu Lailatul Qadar?
Lailatul Qadar merupakan salah satu malam paling istimewa dalam ajaran Islam. Malam ini disebutkan secara khusus dalam Surah Al-Qadr ayat 1–5, yang menjelaskan bahwa Al-Qur’an pertama kali diturunkan pada malam tersebut.
Dalam ayat tersebut disebutkan bahwa Lailatul Qadar lebih baik dari seribu bulan. Jika dihitung secara sederhana, seribu bulan setara dengan lebih dari 83 tahun. Artinya, pahala ibadah yang dilakukan pada malam tersebut dipercaya memiliki nilai yang sangat besar dibandingkan dengan ibadah di malam-malam lainnya.
Banyak ulama juga menjelaskan bahwa pada malam ini malaikat turun ke bumi membawa ketenangan dan keberkahan hingga terbit fajar. Karena itu, Lailatul Qadar sering disebut sebagai malam penuh rahmat dan ampunan.
Baca Juga: 6 Makanan dari Indonesia Yang Unik Dan Penuh Nutrisi
Kapan Lailatul Qadar Terjadi?
Menariknya, tidak ada tanggal pasti yang disebutkan dalam Al-Qur’an maupun hadist mengenai kapan Lailatul Qadar terjadi.
Namun, dalam beberapa hadist riwayat Bukhari dan Muslim, Nabi Muhammad SAW menganjurkan umat Islam untuk mencarinya pada 10 malam terakhir bulan Ramadan, khususnya pada malam-malam ganjil.
Beberapa malam yang sering disebut memiliki kemungkinan besar terjadinya Lailatul Qadar antara lain:
malam ke-21 Ramadan
malam ke-23 Ramadan
malam ke-25 Ramadan
malam ke-27 Ramadan
malam ke-29 Ramadan
Karena itu, banyak umat Muslim memperbanyak ibadah pada periode ini, seperti shalat malam, membaca Al-Qur’an, berdoa, dan melakukan iktikaf di masjid.
Tanda-Tanda Lailatul Qadar
Beberapa hadist menyebutkan tanda-tanda yang sering dikaitkan dengan Lailatul Qadar. Misalnya, malam terasa sangat tenang dan damai, udara tidak terlalu panas maupun dingin, serta matahari pada pagi harinya terbit dengan cahaya yang lembut.
Namun, para ulama juga menekankan bahwa tanda-tanda tersebut bukanlah tujuan utama. Yang lebih penting adalah memperbanyak ibadah dan refleksi diri selama bulan Ramadan, tanpa terlalu fokus mencari tanda fisik tertentu.
Dengan kata lain, semangat mencari Lailatul Qadar lebih menekankan pada kesungguhan beribadah, bukan sekadar menemukan malam tertentu.
Baca Juga: Sambut Ramadan dengan Hidup Sehat dan Produktif
Lailatul Qadar dan Kehidupan Rumah Tangga
Dalam kehidupan sehari-hari, banyak keluarga Muslim menjadikan 10 malam terakhir Ramadan sebagai momen untuk memperbanyak ibadah bersama di rumah. Mulai dari shalat malam, membaca Al-Qur’an, hingga mempersiapkan sahur bersama keluarga.
Aktivitas tersebut tentu tidak lepas dari kebutuhan dasar di rumah, termasuk ketersediaan air bersih. Air digunakan untuk wudhu, mandi, memasak, hingga menjaga kebersihan rumah selama bulan Ramadan.
Karena itu, kualitas air yang digunakan di rumah juga menjadi hal yang penting untuk diperhatikan. Air yang bersih dan tersimpan dengan baik dapat membantu menunjang aktivitas ibadah sehari-hari agar lebih nyaman.
Menjaga Kualitas Air di Rumah Selama Ramadan
Salah satu cara menjaga kualitas air di rumah adalah dengan menggunakan tangki air yang mampu melindungi air dari paparan sinar matahari, kotoran, serta pertumbuhan mikroorganisme. Hal ini penting terutama selama Ramadan, ketika kebutuhan air untuk wudhu, mandi, dan memasak juga ikut meningkat.
Tandon atau tangki air MPOIN adalah solusinya. Dirancang untuk membantu menjaga air tetap bersih selama proses penyimpanan. Tangki ini dilengkapi dengan teknologi antimicrobial, anti-UV dan anti lumut, sehingga mampu mengurangi resiko pertumbuhan lumut ataupun mikroorganisme dan membantu menjaga kondisi air tetap lebih higienis di dalam tangki.
Dari sisi ketahanan, struktur tandon atau tangki air MPOIN juga dirancang hingga 10× lebih kuat, sehingga lebih tahan terhadap tekanan dan penggunaan jangka panjang. Bahkan, produk ini dilengkapi dengan garansi hingga 50 tahun sebagai bentuk komitmen terhadap kualitas dan daya tahannya. Dengan penyimpanan air yang lebih terjaga, aktivitas ibadah di rumah selama Ramadan dapat berlangsung dengan lebih nyaman.
Baca Juga: PFAS dalam Air: Mengenal Forever Chemicals dan Dampaknya