Belajar Keteguhan dari Siti Hajar di Hari Perempuan Sedunia

Setiap tanggal 8 Maret, dunia memperingati Hari Perempuan Sedunia. Momentum ini menjadi waktu untuk menghargai berbagai kontribusi perempuan dalam kehidupan sosial, ekonomi, hingga keluarga. Di berbagai negara, peringatan ini juga menjadi kesempatan untuk mengingat perjuangan perempuan dalam memperoleh hak dan kesempatan yang lebih setara.

Di balik berbagai peringatan tersebut, terdapat banyak kisah tentang ketangguhan perempuan yang terus relevan hingga hari ini. Salah satunya adalah kisah Siti Hajar, seorang ibu yang menunjukkan keteguhan luar biasa ketika harus mencari air bagi anaknya di tengah padang pasir yang tandus.

Sejarah Singkat Hari Perempuan Sedunia

Hari Perempuan Sedunia berawal dari berbagai gerakan sosial pada awal abad ke-20 yang memperjuangkan hak-hak perempuan, terutama dalam bidang pekerjaan dan hak politik. Salah satu peristiwa penting yang memprakarsai lahirnya Hari Perempuan adalah demonstrasi yang dilakukan oleh ribuan pekerja perempuan di New York pada tahun 1908 yang menuntut kondisi kerja yang lebih baik, jam kerja yang lebih manusiawi, serta hak untuk memilih.

Gagasan untuk memperingati hari khusus bagi perempuan kemudian berkembang dalam konferensi perempuan internasional pada tahun 1910 di Kopenhagen. Dalam konferensi tersebut, aktivis asal Jerman, Clara Zetkin, mengusulkan adanya hari internasional yang didedikasikan untuk perjuangan perempuan.

Sejak saat itu, berbagai negara mulai memperingati Hari Perempuan Internasional. Dan pada tahun 1975, United Nations secara resmi mengakui dan mulai memperingati Hari Perempuan Sedunia setiap tanggal 8 Maret sebagai bagian dari upaya global dalam mendorong kesetaraan gender.

Peringatan ini tidak hanya berbicara tentang perjuangan perempuan di dunia modern, tetapi juga menjadi momen untuk mengingat berbagai kisah keteguhan perempuan sepanjang sejarah, salah satunya adalah kisah seorang ibu bernama Siti Hajar.

Baca Juga: Rutinitas Sederhana Ini Bikin Hidup Lebih Teratur Tanpa Ribet

Kisah Siti Hajar di Lembah Makkah

Dalam sejarah Islam, Siti Hajar bersama putranya, Nabi Ismail AS, diceritakan pernah berada di sebuah lembah tandus yang saat itu belum dihuni manusia. Lembah tersebut kini dikenal dengan kota Mekkah.

Pada masa itu, saat bersama Siti Hajar, Nabi Ismail masih dalam usia bayi dan menyusu. Di tengah wilayah yang tandus, Siti Hajar dihadapkan pada kondisi Nabi Ismail yang mulai kehausan dan Siti Hajar tidak lagi memiliki persediaan air.

Situasi ini tentu menjadi ujian berat bagi seorang ibu yang berada di tempat tanpa sumber air. Namun, Siti Hajar tidak menyerah pada keadaan. Dengan penuh harapan, ia berusaha mencari air di sekitar lembah tersebut demi menyelamatkan anaknya dari kehausan.

Usaha Seorang Ibu Mencari Air

Dalam upayanya mencari air, Siti Hajar berlari bolak-balik di antara dua bukit, yaitu Safa dan Marwah. Dari satu bukit ia mencoba melihat apakah ada tanda-tanda kehidupan atau sumber air di kejauhan. Ketika tidak menemukan apa pun, ia berlari menuju bukit lainnya dengan harapan yang sama. Perjalanan ini dilakukan hingga tujuh kali.

Usaha tersebut bukan sekadar perjalanan fisik, tetapi juga simbol keteguhan dan harapan seorang ibu. Hingga kini, peristiwa tersebut dikenang melalui ritual sa’i dalam ibadah haji dan umrah, ketika jutaan umat Muslim berjalan antara Safa dan Marwah sebagai bentuk mengenang perjuangan Siti Hajar.

Baca Juga: 5 Buah Lokal Untuk Jaga Imun Tubuh Kamu Setiap Hari

Munculnya Air Zamzam sebagai Sumber Kehidupan

Setelah berulang kali berlari antara Bukit Safa dan Marwah tanpa menemukan sumber air, Siti Hajar kembali mendekati putranya yang masih bayi. Dalam beberapa riwayat disebutkan bahwa pada saat itulah malaikat Jibril muncul dan menghentakkan atau menggali tanah di dekat Nabi Ismail. Dan dari tempat tersebut kemudian memancar air yang terus mengalir.

Melihat air yang keluar dari tanah, Siti Hajar segera menampung dan mengumpulkannya agar tidak mengalir ke mana-mana. Dalam beberapa kisah disebutkan bahwa ia berkata “zamzam” yang berarti kurang lebih berkumpullah atau tertahanlah, sehingga air tersebut tidak terbuang.  Peristiwa inilah yang kemudian menyebabkan air tersebut dikenal sebagai air ZamZam

Seiring waktu, keberadaan air Zamzam menarik orang-orang untuk singgah dan menetap, hingga kawasan tersebut berkembang menjadi kota Mekkah. Dan hingga kini, air Zamzam tetap mengalir dan dikenal oleh jutaan umat Muslim di seluruh dunia.

Refleksi Peran Perempuan dalam Kehidupan Modern

Di Hari Perempuan Sedunia, kisah Siti Hajar mengingatkan kita bahwa perempuan sering berada di garis depan dalam menjaga kehidupan keluarga. Keteguhan yang ditunjukkan Siti Hajar ketika mencari air bagi anaknya menjadi simbol bagaimana seorang ibu berusaha memastikan kebutuhan paling mendasar tetap terpenuhi.

Air memang selalu menjadi bagian penting dalam kehidupan manusia. Dari kisah di lembah Mekkah hingga kehidupan rumah tangga modern, ketersediaan air bersih tetap menjadi kebutuhan utama yang menunjang kesehatan dan aktivitas sehari-hari keluarga.

Dalam kehidupan masa kini, semangat yang dimiliki Siti Hajar tetap bisa dihadirkan dalam berbagai bentuk, seperti usaha untuk memastikan air yang digunakan keluarga tetap bersih dan aman.

Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan menggunakan sistem penyimpanan air yang baik. Seperti toren atau tangki air MPOIN yang dirancang untuk membantu menjaga kualitas air yang digunakan sehari-hari. Dilengkapi perlindungan antimicrobial, nati lumut dan anti-UV, sehingga membantu menjaga air dari  paparan sinar matahari dan tetap higienis.

Struktur tangkinya juga dirancang hingga 10 kali lebih kuat, sehingga lebih tahan terhadap tekanan dan penggunaan jangka panjang. Dengan dukungan garansi hingga 50 tahun, tangki air MPOIN menjadi salah satu solusi yang membantu memastikan ketersediaan air tetap terjaga di rumah.

Pada akhirnya, kisah Siti Hajar tidak hanya menjadi cerita tentang masa lalu, tetapi juga pengingat bahwa keteguhan perempuan sering hadir dalam usaha sederhana yang menjaga kehidupan keluarga setiap hari. Dari memastikan makanan yang sehat hingga menjaga ketersediaan air bersih di rumah, semua menjadi bagian dari peran penting perempuan dalam kehidupan.

Baca Juga: Berapa Bulan Sekali Membersihkan Tangki Air? Ini Penjelasannya

Next
Next

Ramai Ucapan Bahlil, Ini Makna Lailatul Qadar dalam Islam