Tidur di Lantai: Fakta vs Mitos Yang Banyak Dipercayai
Sering dianggap sebagai kebiasaan jadul, tidur di lantai bisa dikatakan sebagai salah satu kegiatan yang masih sering kita temui. Alasan melakukannya pun beragam, mulai dari udara yang terasa panas, kamar yang sempit, atau hanya sekadar ingin merebahkan badan di lantai.
Namun, kebiasaan ini sering menimbulkan perdebatan. Sebagian orang beranggapan bahwa tidur di lantai memberikan dampak positif, dan sebagiannya lagi beranggapan bahwa tidur di lantai memberikan dampak negatif.
Lalu, mana sebenarnya yang tepat? Yuk simak artikel ini untuk mengetahui apakah tidur di lantai memberikan dampak positif atau negatif.
Tidur di Lantai Menyebabkan Masuk Angin
Di Indonesia, terdapat sebuah penyakit yang cukup populer, yaitu masuk angin. Penyakit ini biasanya menggambarkan kumpulan gejala tidak enak badan seperti perut kembung, pegal-pegal, mual, meriang, dan sakit kepala.
Banyak orang percaya bahwa tidur di lantai, terutama lantai dingin, menyebabkan tubuh langsung masuk angin. Padahal, masuk angin sendiri bukanlah sebuah penyakit spesifik.
Ini menjadikan klaim bahwa tidur di lantai dapat menyebabkan masuk angin sebagai mitos. Mitos ini muncul karena saat tidur di lantai yang dingin, suhu tubuh memang mengalami penurunan, apalagi jika tidak ditutupi dengan selimut. Ini mengakibatkan tubuh kedinginan dan mengalami keluhan seperti sedang masuk angin.
Baca Juga: Tips & Trik Merebus Telur Dengan Sempurna
Tidur di Lantai Menyebabkan Paru-Paru Basah
Istilah paru-paru basah sering dikaitkan dengan tidur di lantai. Banyak orang percaya bahwa tidur di lantai, apalagi di lantai yang dingin, bisa langsung menyebabkan paru-paru basah.
Faktanya, paru-paru basah lebih dekat dengan kondisi medis seperti pneumonia atau infeksi saluran pernapasan yang menyebabkan cairan menumpuk di paru-paru. Penyebabnya bukan lantai, tetapi virus, bakteri, atau kondisi daya tahan tubuh yang sedang lemah.
Namun, lantai yang lembap dan dingin memang dapat memperburuk kondisi pernapasan, terutama bagi orang yang memiliki asma, alergi, atau sinusitis. Jika lantai rumah sering lembap karena ventilasi buruk atau ada kebocoran air, risiko jamur dan tungau meningkat, dan ini bisa memicu gangguan pernapasan.
Tidur di Lantai Bisa Membantu Postur
Lalu apa yang membuat tidur di lantai dianggap positif? Tidur di lantai dianggap sebagai hal yang positif karena permukaan lantai lebih keras dibandingkan dengan kasur empuk.
Untuk membuat postur tubuh lebih baik, tidur di permukaan yang lebih keras memang bisa membantu menjaga posisi tulang belakang agar tetap netral. Terutama bagi mereka yang sering mengalami nyeri punggung.
Namun, jika tidak ada alas yang cukup, tubuh bisa terasa lebih sakit saat bangun tidur, terutama bagi orang yang memiliki masalah sendi atau tulang. Jadi, tidur di lantai bisa memberikan manfaat bagi postur, tetapi harus dilakukan dengan cara yang benar dan dengan kondisi tubuh yang sesuai.
Risiko Debu, Tungau, dan Alergi Lebih Tinggi
Saat hendak tidur di lantai, terdapat satu fakta yang sering kali dilewatkan. Fakta tersebut adalah lantai sebagai tempat berkumpulnya debu dan kotoran seperti kulit mati. Meski lantai terlihat bersih, itu tidak menjamin lantai terbebas dari partikel-partikel kecil tersebut.
Beberapa resiko yang dapat terjadi jika tidur di lantai tanpa alas yang higienis antara lain:
hidung tersumbat saat bangun tidur
mata gatal atau berair
batuk kering
sesak napas pada penderita asma
Baca Juga: Ini Cara Me Time di Rumah Tanpa Repot
Tips Aman Jika Tetap Ingin Tidur di Lantai
Jika Anda termasuk orang yang nyaman tidur di lantai, berikut beberapa tips yang bisa diterapkan:
Gunakan matras atau alas tidur tipis
Jangan tidur langsung di lantai keramik atau semen.
Pastikan lantai benar-benar kering
Lantai lembap adalah sumber jamur dan bakteri.
Gunakan selimut atau lapisan pakaian hangat
Terutama jika tidur malam hari atau memakai AC.
Bersihkan lantai secara rutin
Minimal disapu dan dipel setiap hari jika sering dipakai untuk tidur.
Hindari tidur dekat kamar mandi atau dapur
Area ini biasanya lebih lembap dan mudah menimbulkan jamur.
Tidur Sehat Itu Soal Kebersihan Rumah
Pada akhirnya, tidur di lantai tidak otomatis berbahaya. Bahkan bagi sebagian orang, tidur di permukaan yang lebih keras bisa terasa lebih nyaman dan membantu postur tubuh. Namun, risiko kesehatan bisa meningkat jika lantai dingin, lembap, atau penuh debu.
Karena itu, yang paling penting bukan hanya soal kasur atau lantai, tetapi soal kualitas lingkungan rumah. Termasuk sirkulasi udara, kebersihan lantai, kelembapan ruangan, dan sanitasi air rumah tangga.
Salah satu langkah pentingnya adalah memastikan kualitas air rumah tangga tersimpan dengan baik melalui tangki air yang higienis. Tangki air berkualitas seperti MPOIN membantu menjaga air tetap bersih dan aman digunakan, sehingga rumah lebih nyaman dan sehat.
Baca Juga: MPASI Homemade vs Instan: Mana yang Lebih Baik untuk Si Kecil?