5 Penyebab Darah Tinggi di Usia Muda yang Sering Tidak Disadari

Darah tinggi di usia muda sering dianggap sebagai hal yang jarang terjadi. Banyak orang masih berpikir bahwa tekanan darah tinggi lebih dekat dengan usia tua. Padahal, anak muda juga bisa mengalami kondisi ini, apalagi jika kebiasaan hariannya kurang seimbang. Jadwal yang padat, sering begadang, terlalu banyak duduk, makanan tinggi garam, sampai stres yang menumpuk bisa ikut memengaruhi tekanan darah.

Darah tinggi atau hipertensi sering disebut sebagai kondisi yang diam-diam berisiko karena tidak selalu menimbulkan gejala yang jelas. Dikutip dari laman American Heart Association, tekanan darah tinggi dapat memengaruhi semua kelompok usia, termasuk anak-anak, dewasa muda, orang dewasa, dan lansia. Karena itu, penyebab darah tinggi di usia muda perlu dikenali lebih awal agar kebiasaan harian bisa mulai diperbaiki sebelum tubuh memberi tanda yang lebih serius.

1. Terlalu Sering Makan Makanan Tinggi Garam

Terlalu Sering Makan Makanan Tinggi Garam

Salah satu penyebab darah tinggi di usia muda yang paling sering terjadi adalah konsumsi makanan tinggi garam. Garam memang membuat makanan terasa lebih gurih, tetapi asupan natrium yang berlebihan bisa membuat tekanan darah lebih mudah naik. Masalahnya, garam tidak hanya berasal dari garam dapur, tetapi juga dari makanan olahan, makanan cepat saji, camilan kemasan, mi instan, saus, dan makanan restoran.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO, faktor risiko hipertensi yang dapat diubah meliputi konsumsi garam berlebihan, pola makan tinggi lemak jenuh dan lemak trans, rendahnya asupan buah dan sayur, kurang aktivitas fisik, penggunaan tembakau dan alkohol, serta berat badan berlebih. Dalam kehidupan sehari-hari, mengurangi makanan tinggi garam bisa dimulai dari membatasi bumbu instan, tidak terlalu sering makan makanan olahan, dan membiasakan membaca label makanan.

2. Kurang Gerak karena Terlalu Banyak Duduk

Kurang Gerak karena Terlalu Banyak Duduk

Banyak anak muda sekarang menghabiskan waktu berjam-jam dalam posisi duduk. Ada yang bekerja di depan laptop, kuliah online, bermain gim, menonton serial, atau terlalu lama scroll media sosial. Tanpa disadari, tubuh menjadi kurang bergerak dan energi yang masuk tidak banyak digunakan.

Melansir laman Centers for Disease Control and Prevention atau CDC, kurang aktivitas fisik, pola makan tidak sehat, dan beberapa kondisi medis dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi. Aktivitas fisik sebenarnya tidak harus selalu berat atau dilakukan di gym. Jalan kaki, naik tangga, beres-beres rumah, bersepeda santai, atau peregangan di sela kerja sudah bisa membantu tubuh lebih aktif.

3. Stres yang Terus Menumpuk

Stres yang Terus Menumpuk

Stres juga bisa menjadi penyebab darah tinggi di usia muda. Tekanan pekerjaan, tugas kuliah, masalah finansial, hubungan, keluarga, sampai rasa takut tertinggal dari orang lain bisa membuat pikiran terus aktif. Saat stres, tubuh berada dalam kondisi waspada. Jika kondisi ini berlangsung terlalu sering, tekanan darah bisa ikut terpengaruh.

National Heart, Lung, and Blood Institute (NHLBI) juga menjelaskan bahwa beberapa faktor risiko tekanan darah tinggi dapat diubah, terutama kebiasaan hidup yang tidak sehat. Sementara itu, faktor seperti usia, riwayat keluarga, dan genetik memang tidak bisa diubah, tetapi gaya hidup tetap bisa diperbaiki untuk membantu menurunkan risiko. Karena itu, mengelola stres lewat istirahat, olahraga ringan, berbicara dengan orang terpercaya, atau mencari bantuan profesional bisa menjadi langkah yang sehat.

4. Kurang Tidur dan Pola Istirahat Berantakan

Begadang sering dianggap biasa di usia muda. Ada yang begadang karena pekerjaan, tugas, hiburan, atau sekadar sulit berhenti bermain ponsel. Padahal, kurang tidur dapat membuat tubuh lebih sulit memulihkan diri. Dalam jangka panjang, pola tidur yang buruk bisa ikut memengaruhi kesehatan jantung dan pembuluh darah.

Insomnia berkaitan dengan tekanan darah tinggi dan penyakit jantung. Kurang tidur juga dapat memicu kebiasaan yang kurang sehat, seperti stres yang lebih tinggi, motivasi bergerak yang menurun, dan pilihan makan yang kurang baik. Agar tidur lebih teratur, kamu bisa mulai dengan mengurangi kafein pada sore atau malam hari, membatasi layar sebelum tidur, dan membuat jadwal tidur yang lebih konsisten.

5. Berat Badan dan Kebiasaan Harian yang Tidak Seimbang

Berat Badan dan Kebiasaan Harian yang Tidak Seimbang

Berat badan berlebih juga bisa berkaitan dengan risiko darah tinggi di usia muda. Namun, berat badan bukan satu-satunya faktor. Kebiasaan harian seperti terlalu sering makan tinggi kalori, jarang bergerak, merokok, minum alkohol, kurang tidur, dan sering stres juga bisa saling berkaitan.

Penggunaan tembakau, konsumsi alkohol berlebihan, kurang aktivitas fisik, dan pola makan tidak sehat sebagai beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi. Karena itu, menjaga tekanan darah bukan hanya soal mengurangi satu makanan tertentu. Pola hidup secara keseluruhan perlu ikut diperhatikan, mulai dari makan lebih seimbang, bergerak lebih rutin, tidur lebih baik, sampai memeriksa tekanan darah secara berkala.

Baca juga: Tips Mengolah Daging Kurban agar Empuk dan Tidak Bau

Air yang Terjaga Bantu Rutinitas Sehat di Rumah

Menjaga tekanan darah di usia muda bisa dimulai dari kebiasaan kecil di rumah. Air digunakan untuk minum, memasak, mencuci bahan makanan, membersihkan peralatan makan, mandi, dan memenuhi kebutuhan harian keluarga. Karena itu, kualitas air perlu dijaga sejak penyimpanannya agar rutinitas harian terasa lebih nyaman.

Di sinilah tangki air MPOIN punya peran penting dalam menjaga kualitas air di rumah. Dengan material food grade, BPA free, perlindungan anti-UV, anti lumut, anti jamur, teknologi antimicrobial, dan dilengkapi garansi 50 tahun, MPOIN membantu menjaga air tetap lebih higienis untuk kebutuhan harian.

Darah tinggi di usia muda bisa menjadi pengingat bahwa tubuh perlu dirawat dari hal-hal yang dilakukan setiap hari. Dengan rutinitas yang lebih sehat dan air yang tersimpan lebih higienis bersama tangki air MPOIN, aktivitas di rumah bisa terasa lebih tenang, nyaman, dan mendukung gaya hidup yang lebih seimbang.

Baca juga: Kenapa Anak Muda Sering Overthinking? Ini Alasannya

Previous
Previous

5 Penyebab Bibir Kering dan Cara Mengatasinya agar Tidak Pecah-Pecah

Next
Next

Sering Makan Kentang Goreng Bisa Bikin Berat Badan Naik? Ini Alasannya