Sering Makan Kentang Goreng Bisa Bikin Berat Badan Naik? Ini Alasannya

Sering Makan Kentang Goreng Bisa Bikin Berat Badan Naik? Ini Alasannya

Kentang goreng sering terasa seperti camilan ringan. Bentuknya kecil, rasanya gurih, dan biasanya dimakan sambil ngobrol, menonton, atau menjadi pelengkap makanan utama. Masalahnya, justru karena terasa ringan, kentang goreng sering dimakan tanpa sadar dalam jumlah banyak. Dari awalnya hanya ingin ngemil sedikit, tiba-tiba satu porsi habis begitu saja.

Secara sederhana, berat badan bisa naik ketika asupan kalori lebih besar daripada energi yang digunakan tubuh. Kentang sebenarnya bisa menjadi bahan makanan yang mengenyangkan, tetapi cara pengolahan sangat berpengaruh. Saat kentang digoreng dalam minyak, ditambah garam, saus, keju, atau dimakan bersama burger dan minuman manis, total kalori dari satu kali makan bisa meningkat cukup besar.

Harvard T.H. Chan School of Public Health mencatat bahwa dalam studi prospektif besar terhadap lebih dari 136 ribu orang dewasa, konsumsi kentang goreng satu porsi per hari dikaitkan dengan kenaikan berat badan rata-rata sekitar 1,7 kilogram dalam empat tahun. Temuan tersebut menunjukkan bahwa cara mengolah kentang punya pengaruh besar terhadap dampaknya bagi tubuh.

Kentang Goreng Lebih Padat Kalori karena Digoreng

Kentang Goreng Lebih Padat Kalori karena Digoreng

Salah satu alasan kentang goreng bisa bikin berat badan naik adalah proses penggorengan. Kentang menyerap minyak saat digoreng, sehingga kalorinya menjadi lebih tinggi dibandingkan kentang rebus atau kentang panggang. Karena itu, porsi kentang goreng yang terlihat tidak terlalu besar bisa menyumbang kalori cukup banyak.

USDA FoodData Central menjadi salah satu rujukan komposisi gizi makanan, termasuk berbagai jenis kentang dan olahan kentang. Dalam data gizi yang merujuk pada USDA, kentang goreng beku per 100 gram mengandung sekitar 194 kalori, 32 gram karbohidrat, dan 7 gram lemak. Sementara itu, kentang panggang dengan kulit per 100 gram mengandung sekitar 92 kalori dan lemak yang jauh lebih rendah. Perbedaan ini menunjukkan bahwa cara memasak bisa mengubah nilai kalori makanan secara signifikan.

Porsi Kentang Goreng Sering Tidak Terasa Berlebihan

Kentang goreng jarang dimakan dengan perhatian penuh terhadap porsi. Biasanya, kentang goreng hadir sebagai pendamping makanan lain. Di restoran cepat saji, kentang goreng sering datang bersama burger, ayam goreng, soda, atau saus. Akhirnya, total kalori dari satu kali makan bisa naik tanpa terasa.

Tekstur renyah dan rasa gurih juga membuat kentang goreng mudah dimakan terus-menerus. Satu gigitan terasa belum cukup, lalu tangan terus mengambil sampai habis. Inilah yang membuat kentang goreng berbeda dari kentang rebus atau kentang kukus yang biasanya terasa lebih mengenyangkan dan tidak terlalu mudah dimakan berlebihan.

Kalau kentang goreng dikonsumsi terlalu sering, tubuh bisa menerima tambahan kalori yang tidak terasa besar dalam satu hari, tetapi menumpuk dalam jangka panjang. Kenaikan berat badan biasanya bukan terjadi karena satu kali makan kentang goreng, melainkan karena kebiasaan yang berulang tanpa diimbangi pola makan dan aktivitas fisik yang seimbang.

Garam dan Saus Bisa Membuat Konsumsi Makin Berlebihan

Kentang goreng juga sering tinggi garam. Rasa asin gurih membuat makanan terasa lebih menarik dan bisa membuat seseorang ingin terus makan. Belum lagi tambahan saus sambal, saus tomat, mayones, keju, atau bumbu bubuk yang dapat menambah gula, lemak, dan natrium.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO, pola makan sehat sebaiknya membatasi lemak tidak sehat, gula bebas, dan garam, serta lebih banyak mengutamakan makanan yang minim proses. Dalam konteks ini, kentang goreng bukan berarti harus dilarang total, tetapi frekuensi, porsi, dan tambahan sausnya perlu lebih diperhatikan agar tidak mendominasi pola makan harian.

Cara Menikmati Kentang Goreng agar Tidak Berlebihan

Kentang goreng masih bisa dinikmati sesekali. Kuncinya ada pada frekuensi, porsi, dan kebiasaan pendukungnya. Kentang goreng sebaiknya tidak menjadi camilan harian, terutama jika sering dikonsumsi bersama minuman manis dan makanan tinggi kalori lain. Porsi yang lebih kecil bisa membantu tubuh tetap mendapat rasa yang diinginkan tanpa menambah kalori terlalu banyak.

Pilihan cara memasak juga bisa dibuat lebih ringan. Kentang panggang, kentang kukus, atau kentang rebus biasanya lebih ramah untuk rutinitas harian karena tidak menyerap minyak sebanyak kentang goreng. Kalau tetap ingin rasa gurih, bumbu bisa diatur sendiri agar tidak terlalu banyak garam dan tidak perlu tambahan saus berlebihan.

Selain memperhatikan makanan, aktivitas fisik juga penting. Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menyebut orang dewasa membutuhkan setidaknya 150 menit aktivitas fisik intensitas sedang setiap minggu, misalnya jalan cepat selama sekitar 30 menit selama lima hari. Aktivitas seperti ini dapat membantu menjaga berat badan dan mendukung kesehatan tubuh secara umum.

Baca juga: Tips Mengolah Daging Kurban agar Empuk dan Tidak Bau

Air yang Terjaga Bantu Rutinitas Sehat di Rumah

Menjaga berat badan bukan hanya soal membatasi kentang goreng atau makanan tinggi kalori lain. Rutinitas harian di rumah juga ikut berpengaruh, mulai dari menyiapkan makanan, mencuci bahan makanan, membersihkan peralatan makan, minum air cukup, mandi, hingga menjaga kebersihan rumah.

Air yang digunakan setiap hari perlu tersimpan dengan baik agar aktivitas rumah terasa lebih nyaman. Saat air tersedia dan kualitas penyimpanannya lebih terjaga, rutinitas sehat di rumah bisa dijalankan dengan lebih tenang, termasuk saat keluarga mulai membiasakan masak sendiri dan memilih makanan yang lebih seimbang.

Di sinilah tangki air MPOIN punya peran penting dalam menjaga kualitas air di rumah. Dengan material food grade, BPA free, perlindungan anti-UV, anti lumut, anti jamur, teknologi antimicrobial, dan dilengkapi garansi 50 tahun, MPOIN membantu menjaga air tetap lebih higienis untuk kebutuhan harian.

Baca juga: 5 Buah yang Perlu Dibatasi Konsumsinya saat Diet

Previous
Previous

5 Penyebab Darah Tinggi di Usia Muda yang Sering Tidak Disadari

Next
Next

Air Panas Bisa Merusak Pipa? Ini Penjelasannya