Kenapa Bau Badan Orang Barat Lebih Menyengat Dibanding Orang Asia?
Pernah merasa aroma tubuh sebagian orang bisa terasa lebih kuat dibanding yang lain? Perbedaan aroma tubuh sering dikaitkan dengan asal wilayah, pola hidup, makanan, hingga kebiasaan mandi. Salah satu perbandingan yang sering muncul adalah kenapa bau badan orang Barat sering dianggap lebih menyengat dibanding orang Asia.
Pembahasan ini bukan untuk menilai kebersihan satu kelompok. Bau badan tidak sesederhana rajin mandi atau tidak. Ada banyak faktor yang memengaruhi aroma tubuh, mulai dari genetik, pola makan, iklim, aktivitas harian, pakaian, bakteri kulit, sampai kualitas air yang digunakan untuk menjaga kebersihan tubuh.
Faktor Genetik dan Peran Gen ABCC11
Salah satu alasan aroma tubuh setiap orang bisa berbeda adalah faktor genetik. Dalam tubuh manusia, ada gen bernama ABCC11 yang berperan dalam produksi zat dari kelenjar apokrin, yaitu kelenjar keringat yang banyak terdapat di area ketiak. Zat dari kelenjar apokrin awalnya tidak selalu berbau, tetapi bisa berubah menjadi bau badan ketika diurai oleh bakteri di kulit.
Dalam penelitian berjudul “A Functional ABCC11 Allele Is Essential in the Biochemical Formation of Human Axillary Odor”, dijelaskan bahwa varian gen ABCC11 berperan penting dalam pembentukan aroma khas pada ketiak manusia. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa varian SNP 538G → Aberkaitan dengan perubahan produksi zat pemicu bau ketiak.
Frekuensi alel tipe liar (WT; Gly180) dan varian 538G > A (Arg180) pada gen ABCC11 manusia di berbagai populasi etnis.
Perbedaan bau badan ini juga berkaitan dengan persebaran varian gen ABCC11 pada setiap populasi. Varian G atau Gly180 lebih banyak ditemukan pada populasi Afrika, Eropa, Amerika Latin, dan beberapa populasi lain. Varian ini membuat ABCC11 lebih aktif dalam menghasilkan zat awal bau ketiak. Saat zat tersebut bertemu dengan bakteri kulit, aroma ketiak bisa terasa lebih kuat.
Sebaliknya, varian A atau Arg180 lebih banyak ditemukan pada populasi Asia Timur, seperti Korea, Tiongkok, Jepang, dan sebagian Asia Tenggara. Varian ini berkaitan dengan aktivitas ABCC11 yang lebih rendah, sehingga produksi zat pemicu bau ketiak menjadi lebih sedikit. Karena itu, sebagian orang Asia Timur cenderung memiliki aroma ketiak yang lebih ringan dibandingkan sebagian populasi Barat, Afrika, atau Timur Tengah.
Namun, genetik bukan satu-satunya penyebab bau badan. Pola makan, cuaca, aktivitas harian, pakaian, kebiasaan mandi, bakteri kulit, dan kualitas air tetap sangat memengaruhi aroma tubuh. Jadi, perbedaan bau badan bukan sekadar soal “lebih bersih” atau “kurang bersih”, tetapi hasil dari gabungan faktor tubuh dan kebiasaan sehari-hari.
Pola Makan Bisa Mengubah Aroma Tubuh
Selain genetik, makanan juga bisa memengaruhi bau badan. Makanan seperti bawang putih, rempah kuat, daging merah, makanan berlemak, alkohol, dan beberapa jenis sayuran dapat menghasilkan senyawa yang keluar melalui keringat atau napas. Saat senyawa tersebut bertemu dengan bakteri di kulit, aroma tubuh bisa terasa lebih tajam.
Studi “The Effect of Meat Consumption on Body Odor Attractiveness” pernah membahas bahwa konsumsi daging merah dapat memengaruhi persepsi aroma tubuh. Dilansir dari laman Cleveland Clinic, beberapa makanan dapat berkontribusi pada bau badan karena menghasilkan senyawa volatil yang diproses tubuh dan keluar melalui keringat.
Jadi, aroma tubuh tidak hanya terbentuk dari satu faktor. Seseorang dengan gen bau badan ringan tetap bisa memiliki aroma tubuh kuat jika pola makan, kebersihan, dan pakaian tidak diperhatikan. Sebaliknya, seseorang dengan kecenderungan bau badan lebih kuat tetap bisa menjaga tubuh tetap segar dengan rutinitas kebersihan yang baik.
Iklim dan Kebiasaan Mandi Juga Berpengaruh
Di negara tropis seperti Indonesia, cuaca panas dan lembap membuat tubuh lebih mudah berkeringat. Karena alasan itu, kebiasaan mandi secara rutin menjadi bagian penting dari gaya hidup harian. Mandi membantu membilas keringat, minyak, debu, dan bakteri yang menempel pada kulit setelah beraktivitas.
Di wilayah beriklim dingin, frekuensi mandi bisa berbeda karena tubuh tidak selalu berkeringat sebanyak di negara tropis. Perbedaan iklim dan kebiasaan hidup dapat membuat aroma tubuh terasa berbeda. Namun, inti masalahnya tetap sama, yaitu interaksi antara keringat, bakteri kulit, pakaian, dan kebersihan tubuh.
Pakaian juga berpengaruh besar. Bahan yang tidak menyerap keringat, pakaian terlalu ketat, atau baju yang belum kering sempurna setelah dicuci bisa membuat aroma tubuh terasa kurang segar. Karena itu, menjaga tubuh tetap bersih perlu dibarengi dengan pakaian yang bersih dan nyaman.
Baca juga: Badan Licin Setelah Mandi? Cek Kualitas Air di Tangki!
Air Bersih Jadi Dasar Tubuh yang Lebih Segar
Mandi terasa sederhana, tetapi air punya peran besar dalam menjaga kebersihan tubuh. Air membantu membilas keringat, sisa sabun, minyak, dan kotoran dari permukaan kulit. Jika air yang digunakan kurang bersih, rutinitas mandi bisa terasa kurang maksimal. Kulit dapat terasa kurang nyaman, rambut terasa lepek, atau tubuh tidak terasa benar-benar segar setelah mandi.
Kebersihan tubuh bukan hanya soal sabun wangi, parfum, atau deodoran. Air yang digunakan setiap hari juga perlu diperhatikan. Air bersih membuat aktivitas mandi, keramas, mencuci pakaian, dan membersihkan rumah terasa lebih nyaman. Dalam kehidupan sehari-hari, kualitas air adalah bagian dari rutinitas kecil yang berpengaruh pada rasa percaya diri.
Tangki Air yang Mendukung Kebersihan Harian
Menjaga kualitas air di rumah sama pentingnya dengan menjaga kebersihan tubuh. Air yang sudah masuk ke rumah perlu disimpan dengan baik agar tetap lebih terlindungi sebelum digunakan untuk mandi, mencuci, memasak, dan kebutuhan harian keluarga.
Di sinilah tangki air MPOIN punya peran penting dalam menjaga kualitas air di rumah. Dengan material food grade, BPA free, perlindungan anti-UV, anti lumut, anti jamur, teknologi antimicrobial, dan dilengkapi garansi 50 tahun, MPOIN membantu menjaga air tetap lebih higienis untuk kebutuhan harian.
Aroma tubuh yang lebih segar tidak hanya berasal dari parfum atau deodoran. Kebiasaan mandi, pakaian bersih, pola makan, faktor genetik, dan kualitas air di rumah juga ikut berperan. Dengan tangki air MPOIN, air di rumah dapat tersimpan lebih higienis sehingga rutinitas mandi dan kebersihan keluarga terasa lebih nyaman setiap hari.
Baca juga: 7 Kebiasaan Orang Korea Selatan yang Bikin Kulit Glowing, Bisa Dicoba di Rumah